SEPUTARKUDUS.COM, MLATI NOROWITO – Ruang operasi Rumah Sakit Aisyiyah Kudus terlihat dipenuhi dokter dan perawat yang mengenakan pakaian operasi warna biru. Tampak empat anak sedang berbaring di ranjang dengan tangan tersambung dengan infus. Empat anak tersebut sedang melakukan operasi bibir sumbing yang diadakan rumah sakit tersebut, bekerja sama dengan Djarum Foundation dan Yayasan Permata Sari Semarang.

Sejumlah orang tua anak tersebut terlihat menunggu di lantai dua. Raut wajah mereka tampak waswas menunggu anaknya yang sedang dioperasi. Di antaranya Laspani, warga Desa Pidodo, Kecamatan Karang Tengah, Demak. Dia bersama tiga anggota keluarganya sedang menemani anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun. “Iya ini menunggu. Di dalam (anaknya) sedang operasi bibir sumbing,” tuturnya saat di RS Aisyiyah, Sabtu (8/4/2017).
Laspini menceritakan, sejak lahir anaknya sudah menderita sumbing langit-langit. Pada usia sembilan bulan, anaknya sudah dioperasi di Semarang. Namun karena sering memakan makanan bertekstur keras dan bekas operasi sering dipegang, akhirnya jahitan pada bibir bedah. Dirinya lantas melakukan operasi kedua yang juga dilakukannya di Semarang.
“Tapi lagi-lagi jahitan bekas operasi bedah. Anak saya sudah tiga kali ini melakukan operasi sumbing. Semoga ini yang terakhir dan bisa sembuh,” harapnya.
Dia mengatakan, bibir sumbing yang diderita anaknya cukup berdampak dalam pergaulan sehari-hari. Menurutnya, anak laki-lakinya dulu sering diejek teman bermain karena memiliki bibir sumbing. “Semoga cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti anak-anak pada umunya,” tambahnya.
Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Kudus Hilal Ariyadi mengungkapkan, operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit baru pertama kali dilakukan di RS Aisyiyah Kudus. Dalam pelaksanaan kegiatan, pihaknya melakukan operasi penderita bibir sumbing dan sumbing langit-langit sejumlah 18 pasien. “Sebanyak 14 anak-anak dan empat dewasa,” tuturnya.
Hilal menjelaskan, syarat mengikuti operasi bibir sumbing yakni minimal usia tiga bulan dengan berat badan lima kilogram serta hemoglobin 10. Usia maksimal operasi bibir sumbing yakni 60 tahun. Untuk sumbing langit-langit minimal usia 18 bulan dengan hemoglobin 10 dan maksimal usia 12 tahun. “Penyakit bawaan ini muncul karena faktor gizi. Tentu ini menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

