SEPUTARKUDUS.COM, CENDONO – Di tepi jalan RT 5 RW 5 Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus terlihat sebuah rumah bercat merah jambu di bagian depan. Di satu ruangan tersebut tampak seorang perempuan berjilbab sedang menyusun kertas warna-warni pada kayu berlapis kertas. Perempuan tersebut bernama Mamila Ziyyit Tuqo, perajin scrapframe.

Di sela kesibukannya membuat kerajinan, perempuan yang akrab disapa Mila itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang bisnis yang dia tekuni saat ini. Dia mengaku mengenal scrapframe saat masih kuliah S2 di Universitas Gajah Mada (UGM). Teman semasa sekolahnya dulu adalah orang yang mengenalkan dirinya pada kerajinan kertas tersebut.
“Pertama itu aku iseng saja membantu temanku membuat scrapframe untuk mendokumentasikan persahabatan kami. Konsepnya saat itu juga masih sangat sederhana. Dan setelah itu, aku mencoba membuat sendiri dengan tema keluarga yang berisi fotoku dan adiku, setelah jadi lalu aku foto dan aku buat profil BBM,” ujar perempuan yang lulus S2 jurusan Fisika UGM pada tahun 2016.
Warga Desa Cendono, Dawe, Kudus itu mengisahkan, saat di pasang menjadi foto profil itulah, ada satu temannya yang bertanya dan memesan untuk dibuatkan scrapframe dengan tema berbeda. Kata dia, temannya tersebut memesan dengan tema perjalanan cinta dengan kekasihnya untuk hadiah wisuda pacarnya. Karena dirinya tahu tentang scrapframe dari teman lamanya, dia mengaku jujur pada pemesan bahwa yang membuat pertama itu bukan dirinya.
“Namun temanku yang memesan itu tidak peduli dan ingin agar aku yang membuatkan scrapframe. Karena aku tidak ingin mengecewakan teman, aku pun menyetujui untuk membuatkan scrapframe sesuai keinginan temanku tersebut dengan tarif yang ditentukan bersama,” ungkap Mila yang mengaku bingung memberikan tarif, karena temannya tersebut merupakan pemesan pertama dan dirinya tidak tahu sama sekali tentang harga.
Perempuan lajang itu mengungkapkan, setelah pemesan pertama itu dirinya mulai menyadari bahwa scrapframe banyak diminati. Itu terbukti dengan setiap mengunggah foto hasil karyanya ke BBM, Instagram, Facebook, banyak temannya yang berminat untuk memesan. Menurutnya, saat ini dirinya sudah memiliki resseler. Bahkan pelanggan pertamanya juga ikut memasarkan scrapframe buatannya.
“Sekarang pemesan scrapframe hasil karyaku sudah lumayan banyak, selain orang Kudus aku juga pernah menerima pesanan dari Semarang, Jogja, Jakarta, Bandung, Bogor dan kota lainnya di pulau Jawa. Karena aku menawarkan secara online, tak jarang aku juga menerima pesanan dari luar Jawa, di antaranya, Lampung, manado dan kota besar lainnya di Indonesia,” ungkap Mila yang selalu memajang hasil karyanya di Instagram dengan akun mamicraft.
Dia mengaku selalu mencari referensi bahan dan tema di Google dan Youtube, agar scrapframe yang ditawarkannya tidak melulu itu-itu saja. “Pembuat kerajinan itu kan harus selalu berinovasi, agar karyanya tidak monoton dan membosankan. Karena itulah di waktu senggangku sering aku buat searching di dunia maya mencari referensi. Agar bisa memberikan banyak pilihan kepada para calon pemesan scrapframe,” ungkapnya.

