SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Gemuruh suara teriakan terdengar saat tendangan penalti mampu ditepis penjaga gawang, dalam pertandingan futsal wanita pada kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Penjaga gawang yang mengenakan jilbab hitam itu kemudian dipeluk rekan satu timnya. Dia yakni Riska Andriani (19), meski baru pertama kali ikut pertandingan futsal, dia mampu membuat terkejut teman-temannya.

Riska begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang pengalaman pertamanya mengikuti pertandingan futsal. Dia mengaku tidak menyangka bisa menggagalkan tendangan pinalti lawan dan membawa timnya lolos kefinal. Meski hanya menang 1-0, Dia mengaku sudah sangat senang mampu mengalahkan lawan yang berat.
Baca juga: Gara-gara Hobinya Main Basket, Ibu Jari Mahasiswi FKIP UMK Ini Pernah Nyaris Diamputasi
“Pasti tidak ada yang menyangka, saya saja tidak menyangka bisa menepis bolanya. Teman-teman juga bilang terkejut dan tidak menyangka. Bahkan awalnya mereka tidak tega saya jadi penjaga gawang karena tubuh saya lebih kecil di antara yang lain. Rasanya senang bisa mengalahkan lawan yang berat,” ungkapnya sambil mengusap keringat usai bertanding, Jumat (10/3/2017) siang.
Dia sempat merasa takut saat melihat penendang pinalti yang tubuhnya lebih besar dengan wajah yang sudah memerah. Saat penendang mengambil ancang-ancang, Riska mengaku sempat bingung, antara kekanan atau kekiri tendangannya. Dia lebih memilih fokus melihat bola saja, akhirnya ditendang kearah kiri gawang dan reflek tangannya mampu menepis bola.
“Sebenarnya saya tidak suka bermain bola. Ini pengalaman pertama saya bertanding futsal, karena memang tim dari Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Keguruan (FKIP) UMK kekurangan penjaga gawang. Persiapan saya cuma latihan tiga kali. Latihan menangkap bola dan diajari teman yang ikut tim futsal putra mengantisipasi bola,” terang warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus itu.
Sugiarto (22) selaku ketua panitia kegiatan, menerangkan, bahwa final futsal putri akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Maret 2017. Kegiatan tersebet bertujuan untuk mencari pemain-pemain berbakat yang ada di setiap Fakultas UMK. Dan nantinya akan mewakili kampus UMK untuk mengikuti Pekan Olahraga Sekaresidenan Pati.
Sugi sapaan akrabnya, juga mengungkapkan, bahwa kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa UMK itu mengalami kekurangan anggaran. “Rencana nanti saya gunakan uang pribadi saya untuk menutup kekurangan. Kemarin saya mendapat juara tiga di kejuaraan karate tingkat Nasional, dan mendapat dana apresiasi dari UMK, jadi bisa saya gunakan untuk menutup kekurangan, jelas pria asli Pati itu.

