31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaEKONOMIEmpat Karyawannya Keluar...

Empat Karyawannya Keluar dan Membuat Usaha yang Sama, Tapi Muslih Tak Merasa Tersaingi

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi Jalan Museum Kretek Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus tampak bangunan kios. Di dalam kios terlihat beberapa aki baru terjajar di dalam etalase. Sebagian terlihat juga ada yang berada di atas etalase, dan tertata rapi di rak yang menempel pada dinding kios tersebut. Di balik etalase terlihat seorang pria berdiri mengawasi dua orang pekerja sedang mengganti aki sepeda motor milik pelanggan. Pria tersebut bernama Muslih (46).

Muslih, reparasi aki di Kudus
Muslih, reparasi aki di Kudus

Sambil mengamati para pekerjanya itu, Muslih sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, dulu saat usahanya belum banyak pesaingan, dirinya pernah memiliki banyak pelanggan dan punya empat pekerja. Empat orang tersebut kata dia, ikut kerja kepadanya selama puluhan tahun. Namun saat punya modal dan sudah tahu seluk beluk tentang aki, satu persatu mereka keluar dan mendirikan usaha yang sama.

- Ads Banner -

“Semua mantan karyawanku sekarang sudah punya usaha serupa. Bahkan ada yang lebih maju dari milikku. Meski terlihat seperti pesaing, namun jujur aku sebenarnya bangga kepada mereka. Tak jarang mereka juga terkadang menyempatkan datang ke tokoku. Bahkan kita sering bekerja sama,” ujarnya.

Pria yang rumahnya masih satu desa dengan tempat usahanya itu mengungkapkan, sering mantan karyawannya itu datang mencari aki yang mereka butuhkan saat stok persediaan di toko mereka habis. Begitu juga dengan Muslih, saat tidak ada stok aki baru maupun bekas, dia dengan cekatan menghubungi semua mantan anak buahnya itu menanyakan stok aki yang diinginkan.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, usaha tukar tambah aki bekas dan baru tersebut dia rintis sejak tahun 1992. Kata dia, saat pertama buka karena tidak punya modal, dia mengaku hanya melayani jasa servis aki saja. Karena pada waktu itu belum banyak persaingan, Muslih mengaku mulai dikenal dan memiliki banyak pelanggan.

“Sejak memiliki banyak pelanggan, dengan berangsur-angsur aku mampu menyediakan aki baru untuk para pelangganku. Sejak itu pula saat para pelanggan beli aki baru, aki bekasnya aku beli, lalu aki bekas tersebut aku cek dan perbaiki, kemudian aku jual,” ungkap Muslih yang mengaku mampu menyediakan aki baru pada tahun 1995.

Setelah mampu menyediakan aki baru, dia menuturkan, pelanggan yang datang semakin banyak, bahkan antrean aki yang akan ditukar dan diservis sampai menumpuk. Karean alasan tersebut dia mengaku mulai mengambil pekerja untuk membantu melayani para pelanggan. Bahkan di tahun 2000 pekerjanya ada empat orang.

Di tambahkan Muslih, dulu saat pelanggannya masih ramai, dia mengaku bisa mendapatkan omzet belasan juta rupiah sebulan. Sekarang karena banyak persaingan omzetnya menurun, dan kini hanya Rp 10 juta sebulan.

“Sekarang pemilik usaha serupa sangat banyak, di antaranya para mantan pekerjaku. Namun begitu aku tetap bangga pada mereka, dan tak merasa bersaing dengan mereka. Sekarang untuk menyiasati agar pelangganku tidak banyak berpaling, aku memberi garansi pada mereka yang membeli aki bekas dan baru di tokoku,” ujarnya.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler