SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG PAKIS – Di tepi selatan Jalan Cut Nyak Dien Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus, tampak pagar seng dengan gerbang terbuka. Di dalamnya terlihat 10 unit mobil dengan berbagai bentuk dalam proses pengecetan. Di tempat tersebut tampak pula seorang pria memakai topi, sedang berbicara kepada para pelanggan. Pria itu bernama Sutomo (36), pemilik usaha Bengkel Cat Duco, menerima perbaikan dempul dan cat mobil.

Di sela aktivitasnya tersebut Sutomo sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, Bengkel Cat Duco tersebut dia rintis sejak 2008. Dia mengatakan, membuka usaha setelah dirinya tidak ada kecocokan dengan bosnya. Karena ketidak cocokan tersebut, dia mengaku selalu di dorong istrinya untuk membuka usaha sendiri.
“Selain mendorong untuk membuka usaha, istriku juga selalu memberi semangat dan pemahaman bahwa hidup itu jangan takut gagal. Istriku juga berkata, kerja juga sudah tidak cocok lagi, mending buka usaha sendiri,” ungkap Sutomo, beberapa waktu lalu.
Warga Kelurahan Wergu Wetan, Kota, itu mengungkapkan, selain istrinya beberapa pelanggannya yang selalu mempercayakan penegcatan mobil mereka pada Sutomo juga mendorong untuk membuka usaha sendiri. Karena banyak dorongan terutama dari istrinya, Sutomo mengaku nekat membuka usaha dengan modal menjual mobil carry butut.
“Saya jual mobil bututku, dan laku Rp 18 juta. Ditambah tabungan sebesar Rp 4 juta, aku membuka bengkel ini. Namun karena tempatnya terlalu sempit dan tidak muat mobil banyak, lalu aku memutuskan pindah di tempat yang sekarang,” ujarnya.
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengungkapkan, sejak membuka usaha dengan tempat yang luas, usahanya tersebut langsung ramai pelanggan. Menurutnya, sehari tak kurang dari 20 unit mobil yang selalu menanti untuk perbarui catnya. Meskipun sebenarnya dia bersama rekan pekerjanya hanya mampu menyelesaikan pengecatan empat unit mobil sehari.
“Meskipun sehari hanya mampu menyelesaikan empat unit mobil saja, namun para pelanggan seolah tak mau tahu. Menunggu tidak apa-apa kata mereka, yang penting aku yang mengerjakan pengecatannya. Bahkan saking banyak antrean mobil, aku bersama rekan pekerjaku sampai kewalahan dan jarang istirahat,” tuturnya.
Sutomo menambahkan, selain hasilnya bagus, biaya pengecatan di bengkelnya juga sangat murah. Karena dia berprinsip mendapatkan untung sedikit tidak apa-apa, yang penting lancar. Menurutnya harga pengecatan untuk cat mobil yang lecet mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu, tergantung bahan cat yang digunakan, sedangkan untuk pengecatan ulang seluruh bodi mobil dihargai Rp 1 juta.
Sutomo Mengatakan, bengkelnya tersebut buka Senin sampai Sabtu, mulai pukul 8.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Dia dibantu sekitar tujuh orang untuk menggarap pengecatan. “Untuk lama pengerjaan pengecatan, biasanya aku memberi tenggat waktu dua hari saat ramai pelanggan,” ucapnya.

