31 C
Kudus
Sabtu, Juni 22, 2024

Belasan Tahun Subeno Tak Pernah Lelah Berjalan Kaki Menjual Lentog Tanjung

SEPUTARKUDUS.COM, TANJUNG KARANG- Ada berbagai cara para pedagang untuk menjajakan daganganya kepada
para pembeli. Ada yang memilih menyewa tempat yang strategis sehingga banyak orang
yang melihat, ada pula menggunakan rumah di
tepi jalan untuk berdagang. Tetapi beda
dengan Subeno (41), karena tidak memiliki modal untuk menyewa tempat dan tidak
punya rumah di tepi jalan, dia memilih menjual Lentog Tanjung dengan
berkeliling selama puluhan tahun. 

Penjual Lentog Tanjung Kudus
Penjual Lentog Tanjung keliling. Foto: Rabu Sipan

Di sebuah jalan di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Subeno tampak memikul
dua keranjang yang berisi lentog beserta gudeg nangka serta sayur tahu. Tidak
lama kemudian terlihat Subeno berhenti di depan satu rumah dan menurunkan dua
keranjang yang berisi lentog beserta sayuranya, karena pemilik rumah tersebut
ingin membeli Lentog Tanjung yang Subeno jual.
Di sela kesibukanya membuatkan satu porsi Lentog Tanjung untuk pembeli,
Subeno sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com. Menurutnya dia memilih
berjualan Lentog Tanjung dengan berkeliling jalan kaki karena posisi rumah yang dia
tinggali bersama keluarganya kurang strategis untuk berdagang.
“Dengan berjualan keliling aku bisa mendatangi calon para
pembeli Lentog Tanjung yang aku jual. Ibaratnya aku menjemput rezeki yang hari
ini akan diberikan padaku serta keluargaku,” kata Subeno beberapa waktu lalu.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Tanjung Karang,
Kecamatan Jati, mengaku berangkat berjualan sekitar pukul 7.00 WIB, lalu
dia berjalan keliling menjual lentog tersebut hingga pukul 11.00 WIB
dia sampai di Taman Bojana Kudus.

“Bila sesampai Taman Bojana Lentog Tanjung yang aku jual
masih, aku mangkal di depan satu warung yang berada di sana. Aku menunggu para karyawan toko dan Ramayana istirahat siang dan membeli lentogku
untuk makan siang,”ungkapnya
Di sela obrolan, datang seorang wanita berjilbab dan masih
mengenakan helm membeli sebungkus Lentog Tanjung. Setelah selesai
membuatkan Lentog Tanjung pesanan wanita itu, Subeno mengatakan dirinya menjual lentog dengan harga Rp 5 ribu seporsi.
Subeno mengatakan sudah berjualan Lentog Tanjung sejak 2003.
Dia juga mengaku selama berjualan keliling daganganya selalu terjual habis. “Meskipun berjualan keliling terasa lebih capek dan
melelahkan, tetapi rasa itu akan terbayarkan bila melihat daganganku habis
terjual,” ungkapnya.
Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER