31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKUDUSTiap Malam Tidur...

Tiap Malam Tidur di Becak, Sepekan Sekali Pulang ke Pati Membawa Uang Rp 300 Ribu

SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Lalu lantang kendaraan terlihat lancar di Jalan
Jendral Sudirman, kawasan Pentol, Kudus, Kamis (19/5/2016). Di seberang jalan seorang tukang becak sedang
menunggu penumpang. Dia adalah Noor Salim (50), tukang becak dari Desa Sukolilo, Pati. Tiap malam dirinya tidur dibecak dan setiap pekan pulang ke kampung membawa uang Rp 300 ribu.

becak kudus
Seorang tukang becak menunggu penumpang tak jauh dari kawasan Pentol, Desa Rendeng, Kota, Kudus. Foto Imam Arwindra

Raut muka Salim tampak letih, saat berteduh di bawah pohon dekat papan reklame, siang ini. Salim duduk di jok depan
sambil merebahkan tubuh untuk menunggu penumpang yang menggunakan jasanya. Dia mengatakan, hari ini baru mendapat satu penumpang. Uang yang
didapat baru Rp 6 ribu.

“Sehari ini baru
dapat satu penumpang, ini uang saya,” ungkap Salim sambil melihatkan 3 pecahan uang Rp 2
ribu.

- Ads Banner -

Dia menuturkan, dalam sehari rata-rata memperoleh uang antara
Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Tak jarang dalam sehari dirinya hanya mendapat Rp 20 ribu. “Kalau
ramai bisa sampai Rp 50 ribu, namun kadang juga pernah Rp 20 ribu. Cukup untuk
makan,” ungkap seorang kakek yang mengaku telah memiliki beberapa cucu.


Noor Salim menuturkan, pagi hingga malam dia mangkal di kawasan Pentol. Setiap malam tidur di becaknya sambil menunggu
penumpang yang datang malam hari. “Kalau tidur ya di becak. Namun kadang-kadang di depan
dealer motor Yamaha (sebrang Gedung Ngasirah) kalau lagi hujan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, uang hasil mengayuh becak yang didapat dikumpukan untuk diberikan
keluarganya sepekan sekali. “Biasanya pulang sepekan sekali. Namun kalau sepi bisa
molor 10 hari,” tuturnya.

Setiap pulang dia memberikan uang kepada istrinya uang sebanyak Rp 300
ribu. Namun tak jarang kurang dari jumlah tersebut, saat dirinya tak banyak mendapat penumpang. “Tergantung ramai atau tidak”,
tambahnya.
Noor Salim mulai bekerja sebagai tukang becak di Kudus sejak tahun 1999. Dulu, dia
mengaku bekerja sebagai pengantar susu. Karena penghasilannya sedikit, akhirnya
dia berpindah menjadi tukang becak.

“Saya di Kudus sejak kecil, sekitar tahun 1981 saat itu
menjadi pengantar susu. Karena hasilnya sedikit akhirnya saya berpindah menjadi
tukang becak,” tuturnya.
Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler