BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria yang dibantu karyawannya tampak sibuk melayani pembeli di outletnya di Utara Perempatan Sucen, Kudus. Pria bernama Isadur Rofiq itu tampak menggoreng sedang karyawannya dengan cekatan melayani pembeli yang silih berganti berdatangan.
Bahkan outlet jajanan khas Jawa Barat itu terlihat dikerumuni banyak pembeli, sehingga membuat mereka berdua tak bisa beristirahat. Menurut Rofiq, usahanya itu memang tak pernah sepi pembeli. Bahkan, ratusan cireng dengan beberapa varian itu ludes dibeli pembeli hanya dalam waktu singkat.

“Awalnya saya itu merantau di luar Jawa. Setelah pulang itu pengen membuka usaha, akhirnya istri ada ide berjualan cireng. Karena istri memang suka memasak dan sering buat camilan,” katanya saat ditemui, Jumat (5/1/2024).
Baca juga: 20 Tahun Bisnis di Korea Dihantam Pandemi, Aziz Pulang dan Nekat Rintis Warung Bakso yang Kini Ramai
Rofiq mengatakan, pertimbangan untuk tidak merantau ke luar Jawa, lantaran dengan alasan ingin dekat dengan keluarga. Melihat anak yang sudah semakin besar dan merasa selalu jauh dari keluarga, maka ia memutuskan untuk berwirausaha.
“Pertama kali berjualan cireng ini saat car free day (CFD). Di sana banyak pembeli yang antusias jajan cireng. Semakin lama, ada pelanggan yang menanyakan kalau setiap harinya berjualan di mana. Karena waktu itu tidak berjualan setiap hari, akhirnya pertanyaan pembeli bisa menjadi solusi, hingga akhirnya membuka outlet pertama di area SMK 1 Kudus,” ungkapnya.
Usaha itu, kata Rofiq, dirintis sejak Agustus 2022 atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, saat awal buka outlet itu memang tidak begitu ramai seperti sekarang. Meski begitu, dengan berjalannya waktu, penjualan cireng isi miliknya itu semakin banyak peminat, hingga ia membuka cabang di Perempatan Sucen.
“Alhamdulillah saat ini, di dua tempat itu bisa menjual seribuan cireng lebih dalam sehari. Biasanya kalau jualan dua jam hingga dua setengah jam cireng laku keras oleh pembeli,” tutur warga Desa Klaling RT 4 RW 1, Kecamatan Jekulo itu.
Baca juga: Kecintaan pada Sepeda Motor Membawa Dedy jadi Pemilik Bengkel yang Sukses
Dengan menyediakan beberapa varian isi cireng, seperti ayam orisinal, ayam pedas, bakso mercon, dan seblak sosis, membuat cireng produksinya itu selalu ramai diburu pembeli. Apalagi, dengan isian yang banyak (full) dan tampilan yang dibuat dengan cetakan, menambah daya tarik pembeli.
“Kebanyakan mereka merasa kalau harga Rp5 ribu dapat tiga cireng itu murah. Karena isiannya banyak dan besar. Tapi kendalanya saat ini di proses produksi. Saat ini kita hanya mampu membuat sekitar seribuan cireng, sehingga biasanya berjualan hanya dua jam itu sudah habis,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

