BETANEWS.ID, KUDUS – Tangan Danial tampak terampil memainkan alat pemotong rambut di Omah Joglo Barbershop by Danial,  beralamat di Jalan Pattimura, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Sesekali, ia memandang lamat-lamat hasil potongannya agar tetap sesuai dengan permintaan kastemernya.
Di sela-sela mencukur, ia juga terlihat mengajak ngobrol kastemernya, sambil beberapa kali menanyakan perihal hasih potongan sudah sesuai harapan apa belum. Saat dirasa sudah oke, ia lantas membersihkan area bekas cukuran hingga melepas kain penutup badan.
Meski dengan fasilitas seadanya, tapi Danial selalu menjaga kualitas layanan yang diberikan. Komunikasi dengan pelanggan adalah salah satu kuncinya agar mereka merasa nyaman dan tidak bosan. Meskipun barbershop miliknya belum begitu dikenal banyak orang, tetapi dia tidak pernah menyerah menghidupi bisnisnya.
Baca juga: Box Speaker Buatan Luthfi Ini Kualitas Suaranya Juara, Harga Lebih Terjangkau
Salah satu caranya promosi adalah memberikan harga Rp10 ribu yang tentunya lebih murah dari tempat lain. Salah satu yang membuatnay berani memberikan harga murah karena dia tidak menyewa tempat usaha.
“Karena baru buka sekitar dua bulan, untuk harga segitu murah. Kalaupun nanti sudah mulai berkembang harganya akan naik sedikit demi sedikit,” jelasnya, Sabtu (7/10/2023).
Saat pertama membuka usaha, pelanggan pertamanya kebanyakan berasal dari orang-orang perantauan, seperti Padang, Semarang, hingga Jakarta. Danial juga menuturkan, kendalanya dalam membuka usaha barbershop adalah selain persaingan yang kuat antar pebisnis, juga banyak orang yang belum percaya dengan kemampuannya.
Baca juga: Di AGA Photobox Bisa Foto Sepuasnya Mulai Rp10 Ribu Saja, Tempatnya Ramai Terus
Hingga sekarang ini, pelanggan yang datang sudah empat-enam orang setiap harinya. Namun, ia menuturkan pelanggan yang datang kebanyakan saat malam hari. Danial mengatakan model rambut yang paling banyak digemari adalah model rambut fade atau memudar.
“Bukanya mulai pukul 9.00-21.00, tetapi tidak tentu karena saya masih berstatus mahasiswa sehingga harus bolak-balik ke kampus saat ada mata kuliah,” ujar anak pertama itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

