BETANEWS.ID, KUDUS – Harga beras di Kabupaten Kudus di tingkat pengecer mencapai titik termahal yakni Rp16 ribu per kilogram. Bakul beras di Pasar Baru Kudus pun berinisiatif mengoplos beras premium dan beras biasa agar harganya terjangkau.
Salah satu bakul yang melakukan pengoplosan beras itu adalah Solikhatun. Dia mengaku sudah mengoplos beras sejak sepekan lalu. Hal itu dilakukan agar beras masih terjangkau masyarakat.
“Harga beras saat ini mahal banget dan tiap hari naik. Biar terjangkau, jadi beras saya oplos agar tidak mencapai harga tertinggi,” ujar Solikhatun saat ditemui di kiosnya, Selasa (3/10/2023).
Baca juga: Droping Beras Murah Bulog di Kudus Disebut Justru Bikin Harga Makin Mahal
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, beras yang dioplos adalah beras wangi dengan C64. Menurutnya, harga beras wangi saat ini Rp13.500 per kilogram. Sementara harga beras C64 Rp12.500 per kilogram.
“Untuk harga jualnya nanti Rp13 ribu per kilogram. Dengan begitu warga sudah bisa merasakan oplosan beras wangi,” jelasnya.
Solikhatun mengatakan, sejak sebulan yang lalu harga beras mengalami kenaikan. Saat ini beras premium harganya Rp13.500 per kilogram. Sementara untuk beras medium harganya Rp12.500 per kilogram.
Baca juga: Terima Informasi Harga Beras Sentuh Rp 16 Ribu Sekilo, Disdag Kudus Cek Pasar
“Menurutku, harga itu cukup mahal karena itu dari bakul, tidak di pengecer,” bebernya.
Harga beras yang mahal, menurutnya, akan berdampak pada perekonomian rakyat kecil. Kalau pedagang seperti dirinya, yang penting ada barangnya dan bisa jual, sudah beres.
“Walaupun memang harga beras yang mahal juga mempengaruhi penjualan. Harapannya, pemerintah bisa menekan harga beras agar kembali normal lagi. Agar penjualan kembali meningkat dan masyarakat kecil kembali senang,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

