BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pengunjung terlihat sangat antusias saat menuju green house Ravatar yang saat ini dibuat wisata petik buah melon. Agro wisata petik buah yang berlokasi di area persawahan Kelurahan Mlati Kidul, atau berada di depan SMK Wisuda Karya Kudus itu menyediakan beberapa jenis melon premium.
Petani melon, Junaedi (35), mengatakan terdapat empat jenis melon yang ada di dalam Gren house dengan luas lahan 700 meter persegi tersebut. Di antaranya, sweet net, king show, dan golden kuning, serta golden hijau.
Baca Juga: Dukung Program Bebas Sampah, ACE untuk Indonesia Bersih Hadir di Kudus
“Jadi untuk wisata petik buah melon di green house Ravatar ini dibuka sejak Kamis (14/9/2023). Alhamdulillah antusiasme pengunjung selama dua hari terakhir ini sangat bagus sekali,” katanya saat ditemui di dalam green house, Sabtu (16/9/2023).
Junaedi menjelaskan, lahan yang dibuat wisata petik buah melon itu merupakan lahan sewa milik bengkok Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di lahan tersebut, terdapat 1.400 pohon melon yang bisa dimanfaatkan warga sebagai wisata petik buah.
“Untuk masuk ke green house ini, tidak dipungut biaya. Namun pengunjung yang memetik pohon nantinya akan ditimbang sesuai berat dari melon yang sudah dipetik. Sementara untuk harga melon mulai Rp 25-35 ribu per kilogramnya, tergantung dari jenisnya,” ungkap pria yang beralamat Desa Gulang RT 3 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Dengan disambut respon yang sangat bagus dari pengunjung, kata Junaedi, saat ini pihaknya mengaku sudah menjual sekitar 2,5 kuintal melon selama dua hari ini. Untuk pengunjung sementara ini berasal dari lokal Kudus.
“Dalam sehari pengunjung yang datang sekitar ada 50 orang. Dan rata-rata mereka sangat senang dan membeli melon di sini. Selain itu, untuk menyakinkan pengunjung jika melon di sini rasanya manis, kita juga sediakan testinya,” tuturnya.
Junaedi menuturkan, pertanian yang dilakukan dengan sistem green house itu baru pertama kalinya. Sebelumnya, ia sudah menekuni sebagai petani melon kurang lebih 15 tahun yang dilakukan di lahan persawahan biasa.
Lantaran ingin berkembang, pihaknya saat ini mencoba membuat pertanian minenial yang hasilnya dinilai lebih bagus.
“Alasannya karena lebih efektif dan lebih aman saat musim hujan maupun kemarau. Keduanya ingin berkembang dengan hasil yang lebih banyak lagi. Ini pertama kali dengan model green house. Karena sebelumnya di sawah biasa,” tutur bapak dua anak tersebut.
Baca Juga: Dukung Program Bebas Sampah, ACE untuk Indonesia Bersih Hadir di Kudus
Salah satu pengunjung, Rista Anggraeni mengaku sudah berkali-kali datang ke lokasi wisata petik buah melon tersebut. Menurutnya, ia datang kesana sama sanak saudaranya, kemudian untuk hari ini bersama temannya.
“Ini tadi membeli dua melon yang berwarna orange. Karena yang kemarin juga membeli,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada


Dimana ini tempatnya ?