BETANEWS.ID, JEPARA – Sugeng Nuryanto tampak sedang membuat gelang bersama istrinya di toko miliknya di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamat, Kabupaten Jepara. Meski gelang itu baru separuh jadi, tapi sudah terlihat bagus.
Tak hanya itu, di dekatnya juga ada bermacam-macam aksesoris seperti gelang, kalung, cincin, anting, dan beberapa souvenir yang terbuat dari titanium, monel, dan xuping. Aksesoris itu rata-rata pesan di Jakarta sesuai dengan keinginan pemesan dan pasaran aksesoris yang sedang ramai sekarang.
“Kalau aku mengikuti pasarannya ya. Kalau dulu sih monel laku, cuman sekarang itu tidak begitu laku. Jadi di sini itu jenisnya ada monel, ada seperti titanium, dan xuping, campur sih di sini,” kata Sugeng, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Aksesoris Monel Buatan Andi Ini Terkenal Rapi dan Harganya Ramah Kantong
Menurutnya, kebanyakan pelanggan merupakan para reseller dari Kudus, Demak, Semarang, dan Jepara. Ketika barang baru datang, Sugeng selalu mengunggahnya ke grup WA para reseller kemudian keesokannya langsung dipesan.
Untuk harga aksesorisnya beragam, mulai dari Rp10 ribu sampai Rp100 ribu. Setiap ada stock yang kurang atau habis, Sugeng langsung memesan secara online di pusatnya, yaitu di Jakarta.
“Kalau pendapatan itu sebenarnya tidak tentu ya. Cuma kurang lebih itu kalau satu bulan ya kotornya sekitar Rp100 juta,” ucap Sugeng.
Sugeng mengaku sudah menjalankan bisnis aksesoris ini selama 10 tahun. dulunya ia sempat menjadi pengrajin monel di Pasar Kliwon Kudus. Setelah 2 tahun, ia melihat peluang menjadi penjual aksesoris dan akhirnya membuka toko di samping rumahnya.
Penulis: Muhammad Fariz Ardiansyah Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

