Dampak Perluasan Lahan, Bawang Merah Kelebihan Produksi

BETANEWS.ID, PATI – Produksi bawang merah di Indonesia disebut mengalami overload atau kelebihan produksi. Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Petani Bawang Merah Indonesia (PPBMI) Pati, Kasnawi.

“Yang saya tahu, pada saat Munas (musyawarah nasional) dulu, kita itu kelebihan produksi bawang merah setahun sebanyak 250 ribu ton,” ujar Kasnawi, Jumat (8/9/2023).

Kelebihan produksi bawang merah itu, menurutnya, karena dampak adanya kebijakan dari pemerintah terkait dengan perluasan lahan. Dengan kondisi seperti itu, seharusnya pemerintah bisa mengambil langkah strategis, sehingga ada keseimbangan antara produksi bawang merah oleh petani dengan kebutuhan pasar.

-Advertisement-

Baca juga: Petani Bawang Merah di Pati Babak Belur; Harga Anjlok Sejak Juli, Kini Tinggal Rp10-11 Ribu Sekilo

“Pemerintah harus memikirkan ini. Sehingga, nanti ada kestabilan harga bawang merah. Produksi dan kebutuhan pasar harus seimbang,” imbuhnya.

Sedangkan untuk di Kabupaten Pati sendiri, setidaknya ada 5 ribu hektare lebih lahan yang ditanami bawang merah. Dari luasan tersebut, setidaknya untuk per hektarenya bisa menghasilkan sekitar 12 ton.

Lahan itu, tersebar di beberapa wilayah, yaitu di Kecamatan Wedarijaksa, Jaken, Jakenan, Juwana, Batangan, Sukolilo, dan Pucakwangi. Kabupaten Pati, kata Kasnawi, juga menjadi salah satu daerah penyangga nasional untuk kebutuhan bawang merah.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER