31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kisah Aris Sukses Jadi Sarjana Berkat Bisnis Jam Custom

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah yang berada di Desa Janggalan, RT 06 RW 01, Kecamatan/Kabupaten Kudus menjadi tempat terbaik bagi Aris untuk berkarya dan bekerja. Pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Rizqi Al-Ma’arij ini sukses mengembangkan bisnis jam tangan custom hingga membawanya meraih gelar sarjana. Bisnis yang ia geluti sejak masuk bangku perkuliahan itu, kini semakin dikenal dan berkembang.

“Dulu waktu awal kuliah saya bertekad bisa menghasilkan uang. Minimal untuk biaya hidup sendiri lah. Akhirnya buka usaha custom jam tangan ini, dan berjalan hingga sekarang,” ungkap alumni IAIN Kudus itu, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Aris itu mengaku, bahwa usahanya sempat viral saat awal-awal buka. Bahkan, setiap bulan pesanannya mencapai 100 jam tangan. Pendapatannya sangat cukup jika hanya digunakan untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari.

-Advertisement-

Baca juga: Cozen Wooden Watch Layani Custom Jam Tangan Kayu dengan Bentuk Sesuka Hati, Harganya Cuma Segini

“Dulu di 2016, yang membuat jam custom di Kudus sangat sedikit, bahkan belum ada. Itulah yang membuat saya berani untuk memulai bisnis ini. Dan langsung ramai. Jam tangan custom dengan tulisan arab lah yang menjadi best seller,” tuturnya.

Pria yang memberi nama usahanya MRAM Project itu juga mengatakan, bahwa bisnis yang ia tekuni penuh dengan pengorbanan. Di saat teman-temannya asyik berkumpul menikmati waktu luang, ia harus menyelesaikan pesanan pelanggannya. Meski begitu, Aris tetap semangat menjalani dengan sepenuh hati.

“Dulu ketika selesai atau di sela-sela jam kuliah saya mengerjakan pesanan pelanggan. Jadi jarang ikut nongkrong dengan teman kuliah. Ya begitulah yang namanya proses, harus kita jalani dan kita nikmati,” ungkapnya.

Saat ini, Aris juga melayani pembuatan jam dinding, jam tangan dengan nama pelanggan, baik tulisan latin maupun tulisan arab, hingga costum dengan foto.

Baca juga: Kreatif, Jam Tangan dan Kaca Mata dari Limbah Papan Skateboard Ini Tembus Pasar Eropa

“Harga jamnya bervariatif mulai dari Rp35 ribu hingga Rp150 ribu. Target pasarnya biasanya untuk narasumber kegiatan, bahkan akhir-akhir ini banyak pesanan souvernir umroh,” imbuhnya.

Aris mengaku pernah sekali mendapat pesanan dari Malaysia. Namun, pesanan itu gagal karena ia tidak tahu cara pengirimannya.

“Rata-rata masih di pulau Jawa. Lampung juga pernah,” tuntasnya.

Penulis: Alfiyan Chasanul Muna, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER