BETANEWS.ID, KUDUS – Kreatif dan menguntungkan, adalah gambaran yang pas untuk pupuk cair Bibit Mas yang dibuat Salamun warga Desa Gondangmanis RT 3 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Dengan bahan dasar limbah dapur seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, dan beberapa dedaunan yang sudah jatuh dari pohon, Salamun mampu menyulap limbah rumah tangga itu menjadi pupuk cair yang berkualitas.
Baca Juga: Bupati Kudus Akan Terbitkan Perbup Tangani Tempat Karaoke yang Bandel
Pria berusia 41 tahun itu pun berujar jika pupuk buatannya kualitasnya tak kalah dengan pupuk kimia.
Pupuk cair Bibit Mas memiliki segudang manfaat untuk tanaman. Pupuk tersebut berfungsi sebagai penambah unsur hara dalam tanah, memperkuat batang tanaman, merangsang munculnya semi baru atau trubus baru dan mempercepat pembuahan, serta menyuburkan tanaman.
“Saya rasa untuk pupuk organik ini sangat bagus, karena memang dibuat secara organik, dengan bahan seadanya dari sisa limbah dapur. Alhamdulillah untuk penjualan saat ini bagus,” katanya, Selasa (25/7/2023).
Ide pembuatan pupuk organik itu berawal saat ia melihat harga pupuk kimia semakin meroket. Dengan kondisi keuangannya yang belum stabil saat masih fokus dalam pembibitan jambu kristal, harga itu tak dapat dijangkau untuk merawat tanaman yang ia kembangkan.
Kemudian, ia pun mencari cara agar tanamannya itu juga bisa mendapat nutrisi. Akhirnya dengan bahan seadanya, Salamun menemukan racikan pupuk cair organik yang saat ini pemasarannya sudah sampai ke beberapa daerah, seperti Kudus, Pati, Jepara, bahkan sampai luar Jawa.
“Dari Lampung juga pernah membeli di sini lewat media sosial. Untuk potensi pupuk ini kedepannya bagus sekali,” tuturnya.
Produk pupuk cair produksinya dijual dengan dua variasi ukuran, masing-masing dikemas dengan botol 250 mililiter dan berukuran 500 mililiter. Setidaknya dalam sehari, ia mampu menjual 20 hingga 30 botol.
Baca Juga: Ribuan Orang Tumpah Ruah Antre Nasi Jangkrik Sunan Kudus Sejak Subuh
“Kalau untuk harga botol yang berukuran 250 mililiter Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu untuk botol berukuran 500 mililiter,” jelasnya.
Sayangnya, saat ini Salamun belum berani memperjualbelikan pupuk dalam skala banyak, lantaran bahan pembuatannya sangat terbatas. Hal itu membuatnya hanya melayani penjualan langsung.
Editor: Haikal Rosyada

