31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Harga Kedelai Hanya Rp9 Ribu Sekilo, Petani Sukaharjo Curhat ke Mentan Yasin Limpo

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Sejumlah petani kedelai di Kabupaten Sukoharjo mengeluh kepada Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, mengenai harga kedelai yang kian rendah, yakni berkisar Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.

Curhatan itu merak sampaikan saat berdialog dengan Mentan usai kunjungan kerjanya di pabrik pengolahan benih kedelai, PT Putra Permata Pasifik di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jumat (14/7/2023).

Mendengar hal itu, Yasin meminta para petani untuk tidak usah risau dan tetap menanam kedelai. Sebab menurutnya, konsumsi kedelai dalam negeri cukup tinggi.

-Advertisement-

Baca juga: Aksi Mendag Zulhas Borong Dagangan dan Bagi-Bagi Uang di Pasar Malangjiwan, Colomadu

Diungkapkannya, selama kurun waktu dua tahun terakhir, pemerintah berkomitmen untuk mengendalikan pasar dan harga kedelai. Pada Januari 2023 ini, jumlah impor kedelai Indonesia sebanyak 218,51 juta kilogram. Secara perhitungan year on year (yoy), angka ini turun 2,59 persen dibandingkan pada Januari 2022, yakni sebanyak 224,33 juta kilogram.

Pemerintah mendorong para pelaku industri kedelai, khususnya di wilayah Jawa Tengah untuk membantu para petani dalam menyerap hasil produksi.

“Kita terus berproses dengan harga, peningkatan kualitas bibit, dan kemudian hasil kualitas bibit itu kita berharap kualitasnya juga makin meningkat, demikian juga dengan harga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyebut bahwa kabupaten satu ini memiliki potensi kedelai seluas kurang lebih 2.000 hektare. Dengan potensi itu, pemerintah berupaya mendorong petani untuk lebih bersemangat membudidayakan kedelai.

Baca juga: Dinilai Punya Toleransi Tinggi, Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Festival Budaya Spiritual

“Saya sudah bikin perjanjian kerja sama dengan PT Putra Permata Pasifik dengan petani, komitmennya mengambil semua produk dari petani dengan harga di atas pasar. Karena apa, di sini akan diproduksi menjadi benih. Sehingga benar-benar kolaborasi ini harus diikat dengan kuat,” lanjutnya.

Selain itu, di Sukoharjo terdapat 987 sumur dalam, 2.900 sumur dangkal, serta beberapa embung dan air permukaan yang dibangun pemerintah. Sehingga, sumber air tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan kedelai.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER