Musim Nikah Tiba, Jasa Pembuat Hantaran dan Mahar Kudus Ramai Orderan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bulan Besar dalam kalender jawa identik dengan bulan hajatan, di mana banyak masyarakat yang melangsungkan pernikahan maupun lamaran. Banyaknya hajatan membuat jasa hantaran dan mahar di Kudus kebanjiran pesanan.

Beberapa kotak hantaran dan mahar terhias cantik dan terpajang di sudut ruangan rumah Desa Karangbener RT 4 RW 8, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Sashie Wulandari, pemilik Sashie Craft juga masih sibuk menghias baki hantaran yang jumlahnya tak sedikit.

Baca Juga: Bawahan Seragam Sekolah SD-SMA di Toko Annada Kudus Harganya Mulai Rp30 Ribu

-Advertisement-

Diakui Sashie, pesanan pembuatan hantaran dan mahar di bulan Besar ini cukup banyak. Pesanan banyak datang dari mereka yang akan melangsungkan pernikahan.

“Alhamdulillah banyak pesanan, apalagi pada musim nikah seperti ini. Banyak pelanggan yang datang ke sini untuk dibuatkan hantaran dan mahar pernikahan sebagai seserahan,” bebernya, Kamis (13/7/2023).

Saat ini pesanan hantaran dan mahar yang dibuatnya sangat banyak. Bahkan ia mengaku kewalahan melayani pemesanan tersebut.

“Sebulan terakhir ini ada sebanyak 36 baki pesanan dari pelanggan. Ini ada peningkatan dari hari-hari biasanya yang biasanya hanya menerima 25 baki,” ungkap ibu satu anak tersebut.

Jika dihitung-hitung, dari awal bulan Besar hingga saat ini, Sashie sudah mendapatkan untung lebih dari Rp 1 juta untuk jasa menghias baki lamaran maupun seserahan, belum lagi jasa pembuatan maharnya.

“Kalau untuk harga jasa mulai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per baki, tergantung desain hantaran yang diinginkan oleh pelanggan. Kalau untuk jasa pembuatan maharnya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” jelasnya.

Sashie mengaku, memesan di tempanya itu harus maksimal h-7 hajatan. Kalau lebih mendekati hari H pihaknya tidak sanggup karena harus membuat pesanan lainnya. Mengingat saat ini sedang ramai pemesanan di tempatnya itu.

Baca Juga: Usaha Ikan Asin di TPI Wedung Demak Ini Bisa Produksi hingga 1 Ton Sehari

“Kemarin saya sampai menolak pesanan karena mepet. Tanggal acara mepet, sedangkan ini banyak pesanan. Takutnya malah tidak bisa kesentuh, jadi saya tolak,” tutur wanita berusia 40 tahun tersebut.

Sementara ini, pelanggan yang memesan di tempatnya itu dari lokal Kudus saja. Menurutnya, paling jauh pemesanan dari Desa Prambatan Kudus. Hingga saat ini, pesanan yang banyak menurutnya adalah mahar.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER