BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang mahasiswa mengenakan baju berwarna hitam terlihat berdiri sambil memegang mic di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (10/7/2023). Dengan suara lantang, dia menyampaikan keluh kesahnya di acara yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMK itu. Dalam ceritanya, sebagai generasi milenial, mahasiswa bernama Khilmi Yahyah (22) itu merasa dihantui sikap acuh dan cenderung matrealistis.
Usai acara, Yahya sapaan akrabnya sudi berbagi kesan kepada Betanews.id tentang acara tersebut. Ia menilai kuliah tamu bertajuk Menggugah Peran Serta Generasi Milenial untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Kudus itu sangat penting bagi mahasiswa.
“Saya jadi tahu tentang pemetaan dan perkembangan ekonomi kreatif di Kudus. Tadi Mas Valerie juga mengedukasi dan memotivasi kami agar berani berbisnis agar bisa membuka lapangan kerja,” ungkapnya.
Baca juga: FEB UMK Gandeng Ekraf Kudus untuk Perkuat Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Sebagai mahasiswa, Yahya juga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut andil dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Setelah mengikuti kuliah tamu itu, ia mengaku cukup mendapat gambaran tentang apa yang akan dilakukan.
“Sebagai mahasiswa kita kan punya tanggung jawab melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ternyata kita bisa ikut andil dengan cara tidak apatis. Kita juga bisa ikut andil pada ekonomi kreatif demi pengembangan perekonomian kedepan,” kata warga Demak itu.
Dia juga menyinggung tentang kesiapan Indonesia dalam menyambut generasi emas tahun 2045. Saat ini, Yahya mengaku sedang berpikir untuk bisa ikut andil menyambut tahun tersebut. Ia juga berencana akan terjun di dunia ekonomi kreatif.
“Seperti yang dikatakan Pak Prabowo Subianto, Indonesia sudah mengalami tataran G20. Antara berkembang dan maju kita saat ini berada di tengahnya. Sebagqi generasi muda saya juga harus berkontribusi agar Indonesia lebih cepat maju. Terlebih kita akan menyambut generasi emas di tahun 2045,” ujarnya.
Di hadapan sekitar 550 mahasiswa yang ikut kuliah tamu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kudus, Valerie Yudistira, mengajak mahasiswa untuk mencintai produk lokal. Dengan demikian, produk dalam negeri akan mampu bersaing di kancah internasional.
Baca juga: Sambangi SMK Al-Islam, Ketua Ekraf Kudus Ajak Generasi Muda Berani Berwirausaha
“Cinta dan identitas bangsa ini menjadi salah satu tugas ekonomi kreatif. Kalau teman-teman suka artis Korea, tentu akan meniru mulai dari penampilan hingga makanannya. Maka dari itu, mari kita cintai budaya dan produk dalam negeri. Orang Korea saja tertutup dengan budaya asing kok. Kita jangan mau dibodohi,” tegas Owner Sidji Coffee itu.
Sebelum mengakhiri diskusi, Valerie memberikan tips kepada mahasiswa jika ingin merintis usaha. Tips yang paling penting menurutnya adalah menjauhkan diri dari prilaku hedonisme.
“Lepaskan gaya hidup. Harus dibuang. Kalau mau memulai usaha harus membuang gaya hidup hedon. Setelah itu baru gigih dan pantang menyerah,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

