BETANEWS.ID, DEMAK – Saat ini, terdapat 145 kursi kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Demak yang kosong. Hal itu disebabkan karena banyaknya kepala sekolah yang purna di tahun 2023 ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Demak, Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, dari beberapa jenjang pendidikan di Demak dipegang oleh pelaksana tugas (plt) kepala sekolah.
Baca Juga: DPRD Demak Soroti Wacana Pengerukan Pasir Laut Morodemak
“Kekosongan ada 145 kepala sekolah dari semua jenjang. Banyak, karena setiap bulan ada yang purna sehingga banyak yang plt, dan pengurusan tidak maksimal, ” katanya, Kamis (6/7/2023).
Salah satu upaya mengatasi permasalahan itu, lanjut Haris, melalui program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendigbud Ristek), pihaknya menggelar pameran lokakarya untuk para guru penggerak di kabupaten Demak. Sebab, salah satu syarat menjadi kepala sekolah memiliki sertifikat guru penggerak.
“Hasil dari seleksi, kemarin ada yang menjadi pengawas, bisa jadi sumber kepala sekolah dengan melalui tahap proses pencalonan. Karena salah satu syarat kepala sekolah adalah guru penggerak, itu bisa memenuhi kekosongan yang ada, ” imbuhnya.
Terdapat 151 guru penggerak berpartisipasi dalam acara tersebut, mulai dari tingkatan TK hingga SMA. Produk pemeran lokakarya itu, diambil dari hasil pembelajaran siswa yang dilakukan di sekolah.
“Pengembangan karya hasil belajar siswa, seperti berkebun, pengelolaan sampah dari barang tidak berguna menjadi berguna, pembuatan produk baru seperti batik, itu bisa menjadi sebuah pembelajaran,” terangnya.
Baca Juga: DKP Demak Sebut Belum Ada Investor yang Garap Pasir Morodemak
Melihat keberhasilan digelarnya pameran loka karya guru penggerak, Haris berharap para guru di Kabupaten Demak juga memiliki semangat yang sama. Terutama dalam memberikan inovasi replika pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Pada kesempatan ini, nanti juga akan kami sampaikan kepada guru-guru yang lain untuk menjadi guru penggerak,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

