BETANEWS.ID, KUDUS – Baju Adat Kudus yang memiliki keunikan di penutup kepala yakni caping kalo-nya, pekan lalu mejeng dan menjadi idola di acara Jateng Muslim Festival. Baju Adat Kudus yang tampil di ajang tersebut dibawa oleh pegiat fashion asal Kudus, Aris Yuni Astuti.
Bedanya, baju yang menjadi ciri khas Kudus itu telah dimodifikasi menjadi lebih terlihat menarik. Warna ungu di dalam baju yang dibuat oleh Aris yang juga owner Magenta Wedding Gallery terlihat lebih mewah dan elegan.
Baca Juga: Dari Aksesoris Hingga Fashion, Produk UMKM Jateng Disebut Miliki Peluang Banyak Masuk Prancis
“Memang sengaja modifikasi Baju Adat Kudus, supaya look-nya terlihat menarik dan anak muda lebih tertarik. Baju Adat Kudus ini menjadi ikonik di Jateng Muslim Festival 2023, karena memiliki ciri khas di caping kalo nya,” kata Aris saat ditemui di Magenta Wedding Gallery, Rabu (21/6/2023).
Ia menjelaskan, Baju Adat Kudus, lebih dominan ke caping kalo untuk penutup kepala, batik Laseman, kebaya, dan outer pakaian menggunakan kain bludru, serta baju bewarna biru untuk atasannya.
“Meski memodif, tapi saya tetap tidak menghilangkan ciri khasnya. Seperti kain bludru dan caping kalo tetap ada, namun saya hias biar lebih menarik lagi. Waktu peragaan busana, pengunjung kagum. Kesan kunonya ada, tapi dipadukan dengan model masa kini yang justru menarik,” jelasnya.
Proses modifikasi Baju Adat Kudus itu dilakukan Aris sejak satu bulan sebelum tampil dalam ajang tersebut.
Wanita yang berdomisili Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menyebut, dalam pengerjaan atau proses pembuatan baju setidaknya membutuhkan waktu selama dua pekan. Baju yang ia buat itu cocok dipakai semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.
Baca Juga: Ganggu Jalur Kapal, Nelayan Keluhkan Rumah di Pinggir Sungai Morodemak
“Tujuannya untuk memperkenalkan lebih luas,” tutur wanita yang dikaruniai tiga anak tersebut.
Ia menambahkan, jika memang ada yang berminat untuk memiliki modifikasi baju adat yang ia buat itu, pihaknya mengaku sanggup untuk membuatnya. Satu set baju ia bandrol dengan harga Rp 4 juta.
Editor: Haikal Rosyada

