BETANEWS.ID, JEPARA – Di tengah panasnya Jepara, mencicipi Es Gempol Pleret bisa jadi pilihan menarik. Inilah yang kiranya ada di benak beberapa orangyang sedang duduk manis di sebuah kedai Jalan Pemuda No 33 B, atau sebelah Barat Purimas Cake Jepara.
Outlet es cendol milik Dian Amalia (44) itu memang udah kondang di Kota Ukir. Tiap harinya, tempat itu selalu ramai didatangi orang dari berbagai kalangan, mulai dari warga biasa, pegawai pemerintahan, karyawan swasta, hingga pelancong. Meraka datang dari Surabaya, Jakarta, dan Riau.
“Pelanggan yang dari luar kota itu seringnya nelpon kalau pas lagi ke Jepara, suruh nyisain berapa porsi gitu,” ujarnya, Senin (22/5/2023).
Baca juga: Es Dawet Durian di Dekat Alun-Alun 1 Jepara Ini Ramai Terus, Ternyata Karena Ini
Dian menjelaskan, es gempol pleret yang ia jual Rp8.000 seporsi itu terbuat dari bahan-bahan alami. Bahan-bahan itu selalu ia pertahankan selama 12 tahun berjualan.
“Kami ini kan buatnya fresh selalu baru setiap hari, terus bahan-bahannya juga alami tanpa bahan pengawet. Dan kami bikinnya juga spesial dari beras gempol bukan beras yang buat dimakan setiap hari. Soalnya kalo pake beras itu hasilnya malah pulen, nggak bisa ngepyar,” jelasnya.
Saat memulai usaha tersebut, Dian mengaku nekat meskipun ia baru seminggu belajar cara proses pembuatannya. Berbekal rumah kosong milik orang tuanya, Dian menjalani hari demi hari membesarkan usahanya itu.
Baca juga: Es Krim Roll yang Punya Bentuk Unik Ini Jadi Primadona Anak-Anak di Jepara
“Dulunya pernah juga jaga konter, wartel, pas lagi rame-ramenya. Terus jualan tas, gamis, online sama offline. Terus liat temen jualan ini (es gempol pleret) kok laris, akhirnya ikut jualan sampai sekarang,” ungkapnya.
Dalam sehari, Dian mampu menjual 50-60 porsi es gempol. Jumlah tersebut memang tidak sebanyak sewaktu belum adanya pandemi melanda yang mencapai 100-150 porsi setiap hari.
“Kalau ramenya sih sekarang tergantung ya, karena tanggal tua tanggal muda itu ikut berpengaruh. Apalagi pas cuaca panas ya rame. Tapi paling enak itu kalau pas ada pesenan, buat orang hajatan, acara kantor, kayak gitu,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

