BETANEWS.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ita turun ke jalan memastikan arus mudik Lebaran 2023 berjalan lancar. Dalam pantauan pada Rabu (19/4/2023) itu, dirinya didampingi jajaran Forkopimda dan OPD Pemerintah Kota Semarang.
Tak hanya melakukan pantauan lalu lintas pemudik, Ita juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana terkait pelayanan mudik. Termasuk juga Ita memantau ketersediaan komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Lokasi pantauan mudik tersebut meliputi Gerbang Tol Kalikangkung, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Stasiun Tawang, SPBU Madukoro, Toko Swalayan Aneka Jaya, dan Pasar Bulu.
Baca juga: Panggilan Darurat 112 Siap Layani Pemudik 24 Jam Nonsetop Selama Lebaran
Pada pantauan di SPBU, Ita secara khusus mendampingi Menteri ESDM, Arifin Tasrif untuk mastikan stok BBM. Ita menerangkan, Menteri Arifin Tasrif menghimbau agar ketersediaan BBM dapat terjaga, kendati pasokan di momen mudik ini memang berkurang.
“Pak Menteri berpesan untuk memonitor agar ketersediaannya selalu penuh dan jangan sampai terjadi kekosongan. Dari pemilik SPBU menyampaikan tidak ada masalah karena aman semua juga sesuai SOP,” ujar Ita.
Pada pantauan mudik, Ita mengungkapkan prediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu dan Kamis ini. Sementara puncak arus balik bisa terjadi pada 24-26 April mendatang. Namun Ita menambahkan, puncak arus balik bisa bergeser di 1 Mei, mengingat panjangnya libur lebaran.
Sementara pantauan arus mudik moda kereta api menunjukkan peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Semarang Tawang. Terhitung sejak Jumat pekan lalu hingga Rabu ini, akumulasi jumlah penumpang mencapai 120.000 orang. Sedangkan jumlah penumpang pada Rabu ini sendiri mencapai 16.000 orang. Diperkirakan total pemudik tahun ini akan mencapai 270.000 orang. Mengantisipasinya, PT KAI telah menyiapkan 13 kereta api reguler dan 6 kereta api tambahan.
Sedangkan jumlah penumpang Rabu ini di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencapai 8.000 orang. Sejauh ini jumlah penumpang naik 40 persen dibanding musim mudik tahun lalu. Mengatasinya, PT Angkasa Pura telah menyiapkan jadwal penerbangan tambahan.
Baca juga: Intip Berbagai Fasilitas yang Manjakan Pemudik di Rest Area KM 444b Tol Bawen-Salatiga
Kepadatan arus mudik juga terjadi di terminal Mangkang. Terhitung sejak 14 hingga 18 April, jumlah penumpang mencapai 3.000 orang. Terdapat pula fasilitas mudik gratis dengan ketersediaan 40 bus yang mulai didatangkan Rabu malam.
Di Tol Kalikangkung arus kendaraan terpantau lancar dengan pemberlakuan ‘one way.’ Jumlah pengguna tol yang melintas terpantau mencapai 46.000 kendaraan bermotor. Menurut Ita, lengangnya tol karena masih terpantau pada pagi dan siang hari. Tol akan terlihat lebih padat ketika masuk waktu berbuka puasa atau pada malam hari. Ita pun berharap, potensi kemacetan tol dapat diantisipasi agar tidak mengganggu aktivitas warga Kota Semarang.
Selain lalu lintas mudik, Ita juga meninjau pasar swalayan dan pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok masyarakat. Di kedua jenis pasar tersebut ditemui sedikit kenaikan harga bahan pangan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging ayam, dan daging sapi. Meski naik, Ita masih menganggapnya dalam batas wajar. Ini karena kenaikan harga tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Editor: Ahmad Muhlisin

