BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, jadi tempat warga dari berbagai daerah memesan mainan yang akan diarak saat takbir keliling. Berbagai macam replika bisa mereka buat, seperti hewan hingga masjid. Salah satu tempat yang jadi jujugan itu adalah Lowo Dekor.
Menurut salah satu karyawan pocok, Sumbodo (37), Lowo Dekor memang selalu menjadi jujugan pemesan mainan untuk acara Tarling di malam Idulfitri.
“Kalau di sini menerima pesanan mainan sudah sejak lama. Untuk pesanan biasanya satu bulan sebelum Ramadan sudah ada. Mereka minta dibuatkan hewan atau masjid,” beber Sumbodo kepada Betanews.id, Selasa (11/4/2023) sore.
Baca juga: Bupati Kudus Izinkan Takbir Keliling, Tapi Larang Warga Nyalakan Petasan
Ia menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya ada pesanan arak-arakan sampai 4 biji yang semuanya adalah hewan, yaitu panda, gajah, burung elang, dan kuda pegasus. Dari keempat pesanan itu, yang paling sulit dan lama pengerjaannya adalah gajah.
“Karena pesanan gajah ini nantinya seperti hewan hidup. Maksudnya kepala, belalai, dan kupingnya nanti bisa bergerak semua. Sehingga untuk pengerjaan paling sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama,” ungkapnya.
Jika dalam pembuatan satu replika hewan bisa selesai dalam waktu satu pekan, khusus untuk gajah menurutnya lebih lama lagi, bahkan sampai dua pekan. Meski begitu, untuk konstruksi, replika gajah itu paling kuat karena mampu ditumpangi hingga tiga orang.
“Konstruksi gajah kami kuati, dan bisa ditumpangi sampai tiga orang,” katanya.
Ia menuturkan, pihaknya biasa membuat pesanan mainan dengan ukuran yang besar sampai panjang 4 meter, tinggi antara 2 sampai 3 meter.
Baca juga: Lampion Karakter yang Punya Bentuk Lucu-Lucu Ini Laris Manis untuk Hiasan Lebaran
“Kalau sebenarnya peminatnya itu banyak, bahkan ada beberapa warga luar Kutuk yang mau memesan. Karena harga bahan baku sekarang sudah naik semua, otomatis untuk harga juga agak mahal. Sehingga ada yang mau pesan tidak jadi memesan,” ucap warga Desa Kutuk RT 8 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.
Ia menuturkan, satu replika hewan dipatok dengan harga mulai Rp5 juta hingga Rp8 juta, tergantung detail replika hewan yang dipesan dan kerumitannya. Pengerjaan replika itu sudah dimulai sejak awal ramadan, mulai pukul 9.00 WIB hingga 00.00 WIB.
“Untuk bahan mulai dari kerangka itu dari bambu, kemudian dikasih karung untuk menutup kerangka, terakhir dilapisi dengan kain bulu halus berwarna putih. Nantinya ogoh ini juga ada lampunya yang membuat lebih menarik lagi,” tuturnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

