BETANEWS.ID, SEMARANG – Butet Kartaredjasa dan kawan-kawan, Kamis (17/2/2023) malam tampil menghibur masyarakat Kota Semarang dalam pertunjukan teater berjudul Orang-Orang Berbahaya. Butet dalam kolaborasi bersama Djaduk Ferianto dan Agus Noor yang tergabung dalam Indonesia Kita ini bermain di Pandanaran Grand Ballroom, Padma Hotel dengan kapasitas penonton yang lumayan besar sekitar 500-600 orang.
Agus Noor sebagai penulis naskah dan sutradara “Orang-Orang Berbahaya” membawakan cerita yang di dalamnya terdapat tokoh detektif yang sedang menyelediki sebuah kasus dengan latar belakang rumah sakit jiwa. Aktor-aktor kawakan pun digandeng Indonesia Kita dalam pentas ini, seperti Marwoto dan Susilo Nugroho. Ikut pula Inaya Wahid, Bonita, Yu Ningsih, Wisben, Mucle, Sri Krishna Encik, dan Joind Bayuwinanda. Pentas ini diiringi musik-musik yang di sajikan oleh Jakarta Street Music dan tari-tari oleh Dansity Dance Company.
Kehadiran Cak Lontong dan Akbar di dalam cerita menjadikan sepanjang pertunjukan penuh tawa. Cak Lontong dan Akbar saat ini adalah duet yang sedang moncer-moncernya di dunia lawak. Mereka sering dalam satu frame baik di broadcasting maupun pertunjukan panggung. Duo komedian ini memang terkenal sangat harmonis dalam saling melempar lawakan segar. Cak Lontong dengan kecerdasannya selalu ada saja yang dijadikan materi lawakan. Ia sendiri mempunyai karakter lawakan yang unik dan elegan, jauh dari kata-kata maupun atraksi yang berlebihan. Disambut lawannya, Akbar yang mampu membaca lontaran lawakan Cak Lontong dan meresponnya dengan tiktok yang mengundang tawa.
Baca juga: Lewat Naskah Umang-Umang, Teater Tigakoma Suarakan Kemiskinan Bisa Jadi Kejahatan Baru
Dalam pertunjukan tersebut, Cak Lontong dan Akbar memerankan detektif yang sedang menyelidiki sebuah kasus di lingkungan rumah sakit jiwa. Mereka menyamar menjadi dokter dan asisten di rumah sakit itu, dengan membawa misi penting dari Kartaredjasa yang diperankan oleh Butet. Dengan suasana rumah sakit jiwa, tentunya banyak nuansa komedi yang melatari guyonan-guyonan Cak Lontong-Akbar.
Hampir sepanjang pertunjukan penonton dibuat tergelak dalam setiap sisipan komedinya. Lucunya, mereka selalu menghindar dari lawakan bermuatan politik yang salah satunya acap dilontarkan Inaya Wahid, putri bungsu Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tampaknya, atmosfer tahun politik jelang Pemilu 2024 terasa sekali dalam kekentalan lawakan-lawakan pemain.
Penonton yang hadir lebih banyak memenuhi zona terdepan, zona hijau dengan harga tiket Rp1 juta. Berikut di belakangnya, tiket di zona kuning dijual dengan harga Rp750 ribu. Selanjutnya, zona biru dijual dengan harga Rp500 ribu, dan tiket zona terbelakang, zona merah dijual dengan harga Rp250 ribu. Sementara konsep panggung di ballroom yang terbilang cukup besar itu didesain sederhana dengan tidak menggunakan banyak properti. Namun permainan lighting dan video konten pada background menjadikan suasana panggung Nampak elegan.
Editor: Ahmad Muhlisin

