BETANEWS.ID, KUDUS – Rasa empati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pada warga kurang mampu yang ditimpa musibah kematian diwujudkan dengan cara memberikan bantuan sosial untuk biaya pemakaman. Santunan tersebut diserahkan setiap bulan oleh Bupati Kudus HM Hartopo di Pendapa, seperti hari ini, Rabu (15/2/2023).
Hartopo menjelaskan, tahun ini pihaknya mengubah pemberian santunan kematian dari satu hari cair menjadi sebulan sekali. Pertimbangannya, ahli waris kebanyakan mengurus akta kematian satu atau dua minggu setelah kematian.
Meski besaran santunan itu masih jauh dari harapan, Hartopo berharap bantuan tersebut dapat membantu ahli waris untuk meringankan biaya pengurusan ataupun keperluan jenazah.
Baca juga: Penuhi Janji Kampanye, Hartopo Berikan Santunan Kematian Kepada Ratusan Ahli Waris
“Semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Memang jumlahnya tak seberapa, namun saya harap dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan bijak,” harapnya.
Tak lupa, orang nomor satu di Kudus itu mengingatkan masyarakat untuk menjaga guyub rukun dan gotong royong agar selalu dipelihara sebagai warisan kebudayaan yang dimiliki. Sebagai contoh, saling membantu ketika ada tetangga atau saudara yang sedang dilanda musibah.
“Saya harap tradisi yang kita miliki dapat terus terjaga. Guyub rukun dan tolong menolong antar sesama harus selalu dipelihara dengan baik. Bantulah sesama kita yang sedang dilanda musibah,” imbaunya.
Kepala Dinsos P3AP2KB, Agung Karyanto, menyebutkan, hari ini pihaknya menyerahkan santuan kematian kepada 222 ahli waris dari 9 kecamatan dalam kurun waktu 21 Desember 2022 sampai 31 Januari 2023.
Baca juga: Hartopo Janji Akan Tambah Nominal Bantuan Kematian Setelah Tak Ada Refocusing Anggaran
“Kecamatan Kaliwungu sejumlah 28 penerima, Kudus 16 penerima, Jati 43 penerima, Undaan 13 penerima, Mejobo 24 penerima, Jekulo 36 penerima, Bae 13 penerima, Gebog 18 penerima, dan Dawe 31 penerima,” rincinya.
Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran santunan kematian sebesar Rp2 miliar dan saat ini sudah terpakai Rp222 juta.
Salah satu ahli waris, Wahyu Murni (35), mengaku sangat terbantu atas bantuan sosial yang diberikan Pemkab Kudus. Ahli waris dari almarhum Jasmi (61) itu akan mempergunakan uang tersebut untuk menggelar acara tahlil mertuanya.
“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Rencana akan saya pergunakan untuk kirim doa (tahlil) bagi mertua saya,” ucap warga Desa Singocandi itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

