31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Bupati Grobogan Ungkap 31.740 Warganya Masuk Kategori Miskin Ekstrem

BETANEWS.ID, GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan sebanyak 31.740 orang atau 2,29 persen warganya masuk kategori kemiskinan ekstrem. Untuk menangani persoalan ini, Pemkab Grobogan meluncurkan program Gerakan Bersama Pengentasan Kemiskinan (Gebertaskin).

Program Gebertaskin berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan UMKM miskin, perbaikan RTLH, penataan lingkungan permukiman kumuh, peningkatan akses sanitasi dan air bersih. Kemudian ada pula pemberian bantuan dan jaminan sosial, serta pemberian beasiswa bagi anak sekolah dari penduduk miskin.

“Ayo keroyok bareng-bareng, koordinasi dengan kades, camat apa yang dibutuhkan kemudian dikeroyok dengan dana dari provinsi, CSR dan Baznas. Kemarin (kemiskinan di Grobogan) agak naik 12 persen sekarang agak turun  11 persen,” kata Sumarni saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu (24/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Beri Waktu Seminggu Bagi Kades untuk Data Jumlah Warga Miskin Ekstrem di Desanya

Di sisi lain, Ganjar menyebut tanggung jawab penuntasan kemiskinan ekstrem juga berada di tangan para kepala desa selaku pemegang data utama sasaran. Makanya, Ganjar mengizinkan kepala desa menggeser alokasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

“Saya mendorong kalau di level desa yang miskin, bahkan di situ ada kemiskinan ekstrem, bantuannya boleh digeser ke sana,” tegas Ganjar.

Baca juga: Ganjar Izinkan Kades Gunakan Bantuan Pemprov untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem dan desa dengan kategori miskin di Grobogan dan Demak. Di antaranya pemasangan listrik murah bagi masyarakat tidak mampu sebanyak 253 KK di Kabupaten Grobogan sebesar Rp227.700.000, beasiswa untuk 4 Siswa SMA di Kabupaten Grobogan dan Demak masing-masing sebesar Rp2.400.000.

Lalu, ada pembangunan 1 Unit Biogas Kapasitas 20 M3 untuk 4 lokasi di Kabupaten Grobogan masing-masing Rp 60.000.000, pembangunan Masjid Hidayatul Mukarromah Kabupaten Grobogan Rp30.000.000, pembangunan Gereja Isa Almasih Kabupaten Grobogan Rp30.000.000, pembangunan Mushola Riyyadhotul Muttaqin Kabupaten Grobogan Rp20.000.000, dan pembangunan Gedung TPQ Nurul Iman Kabupaten Grobogan Rp50.000.000.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER