Jenuh Ikut Orang, Eko Putuskan Rintis Usaha Kuliner Khas Salatiga Hingga Punya Cabang

BETANEWS.ID, JEPARA – Sore itu, Eko Bagus Riyadi (32) tampak sibuk menggoreng belut pesanan pelanggan di warung Penyetan Jawara Pak Ndul. Beberapa saat, belut diangkat lantas diletakkan pada cobek tanah yang telah diberi lalapan dan sambal jahe.

Di tengah kesibukannya itu, Eko bercerita, kalau usahanya berupa olahan belut dirintis sejak awal tahun 2020. Karena bosan ikut orang dan sejak lama ingin memiliki usaha sendiri ia kemudian memutuskan untuk merintis usaha tersebut.

Salah satu menu andalan di Warung Penyetan Jawara, yakni belut goreng. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Menikmati Belut Goreng Sambal Jahe di Penyetan Jawara Pak Ndul, Rasanya Juara Banget

-Advertisement-

“Usahanya dirintis sejak 2021, karena jenuh ikut orang dan pengen punya usaha sendiri. Waktu main ke rumah teman di Salatiga, dia punya usaha belut, kebetulan di Jepara kok belum ada, jadi langsung pengen coba,” tuturnya, Rabu (21/12/2022).

Sambung Eko, di Salatiga dirinya kemudian belajar mengolah belut kepada temannya selama satu bulan. Setelahnya, ia kembali dan membuka warung dengan memanfaatkan garasi rumah orang tuanya.

Menurut Eko, sejak awal buka, menu olahan belut khas Salatiga itu langsung mendapat respon baik dari pelanggan. Mengingat olahan belut jarang ditemui di Jepara, apalagi di daerahnya. Apalagi ia memiliki pembeda dari warung Lamongan pada umumnya, yakni sambal jahe yang punya cita rasa khas.

“Sebelumnya dulu saya kerja di koperasi, lalu di proyek di Jakarta bagian safety selama tiga tahun. Tapi karena ibu saya juga pengen saya kerja deket, ya udah tambah yakin bikin usaha aja,” ungkapnya.

Kini, usaha warung Penyetan Jawara Pak Ndul dengan spesialis menu belut goreng itu semakin dikenal banyak orang. Dalam sehari, Eko bisa menghabiskan 3-5 kilogram belut. Pelanggannya pun dari berbagai kecamatan di Jepara dan sekitarnya.

Baca juga: Nikmatnya Iwak Kali yang Paling Diburu di Warung Sari Laut dan Sari Kali

Eko mengaku, dirinya juga telah memiliki satu cabang warung di daerah Mayong, Jepara. Di warungnya itu, ia tak hanya menawarkan menu belut goreng ataupun belut tepung saja, ada lele, ayam, tahu dan tempe serta aneka minuman.

“Bukanya Jumat sampai Rabu mulai jam 16.00 hingga 22.00 WIB. Sementara masih proses untuk terdaftar di aplikasi online. Mudah-mudahan tambah lancar, tambah sukses dan bisa buka cabang lagi,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER