BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang penjual molen bakar siang itu tampak mendorong gerobaknya di Jalan Sudirman, Kecamatan Kota, Kudus. Ia kemudian menepikan gerobaknya dan mangkal di depan deretan ruko yang ada di lokasi tersebut.
Ia adalah Sukirman (32), yang setiap harinya mengkal di kawasan Jalan Sudirman menjual molen bakar. Menurutnya, molen bakar yang ia jual berbeda dengan molen biasanya. Kue isi pisang yang sering dibentuk membulat dan digoreng itu, dibentuk segitiga dan diberi isian cokelat di dalamnya, lalu dibakar menggunakan mesin oven.
“Rasanya ngaruh, lebih renyah dibakar daripada digoreng. Terus lebih kriuk dan manis. Sejauh ini banyak peminatnya, Alhamdulilah,” katanya pada betanews.id, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Monde Mini Mami, Molen dan Onde-onde Mini Pinggir Jalan Ini Laris Banget
Molen bakar yang dijualnya harganya Rp 5 ribu. Di sana pembeli memilih varian rasa, yakni ada taburan cokelat dan keju. Dalam sehari, ia dapat menghabiskan ratusan biji molen bakar.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak pernah sepi. Sehari bisa habis 200-300 biji molen bakar. Pas ramainya hari Sabtu dan Minggu kalau ada CFD di alun-alun,” imbuhnya.
Sukirman menerangkan, selain dirinya juga ada beberapa penjual molen bakar yang mengunakan gerobak dorong lainnya di Kudus. Jika ditotal ada enam outlet yang mangkal di beberapa titik, yaitu di Jalan Sudirman, Pasar Baru, dan Rumah Sakit Aisyiyah.
“Di sini cabangnya ada enam, dua di jalan Sudirman, dua di Pasar Baru, alun-alun, dan di sekitar RS Aisyiyah,” terangnya.
Sukirman menjelaskan, ia kerap mendapatkan tawaran orderan untuk acara-acara tertentu, seperti perayaan ulang tahun dan syukuran. Setiap harinya, ia mangkal mulai pukul 8.00-13.00 WIB.
“Sering dipesan untuk acara-acara tertentu, seperti ulang tahun dan syukuran. Cara pemesanan bisa lewat nomor WhatsApp 083122173687,” sebutnya.
Ia pun menceritakan awal mula dirinya berjualan molen bakar. Ia mengatakan, menjual molen bakar di Kudus sudah setahun. Sebelumnya, ia juga sempat berjualan di beberapa kota, seperti Depok dan Karawang.
“Ya, namanya cari uang buat kebutuhan. Dulu itu di Depok dan Karawang selama tiga tahun,” katanya.
Baca juga: Lapak Gorengan di Kudus Ini Laris Banget, Sehari Omzetnya Bisa Jutaan Rupiah
Menurutnya, merantau dari kota ke kota, demi mencukupi kebutuhan keluarganya yang saat ini tinggal di Bandung.
Setiap hari Sukirman memulai berjualan pukul 8.00-13.00 WIB. Ketika molen bakarnya telah habis, ia akan mengabari pihak distributor yang berada di Jalan Kudus-Jepara Kaliwungu. Setelah itu ia disetori beberapa molen bakar untuk menambah stok dagangannya.
“Saya tidak buat sendiri, tapi setoran, tempatnya ada di Jalan Kudus-Jepara Kaliwungu. Kalau sudah habis biasanya nanti ada yang antar,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

