Harga Kedelai Rp13.900 Sekilo, Produsen Tahu: ‘Pemerintah Jangan Bicara Saja, Buktikan Kalau Peduli Rakyat’

BETANEWS.ID, KUDUS – Produsen tahu di Kudus menjerit dan pasrah menanti nasib di tengah harga kedelai impor naik tinggi menjadi Rp13.900 per kilogram. Menurut salah satu pengrajin tahu, Rahmat Agus Salim (54), harga tersebut adalah rekor tertinggi, dibandingkan sebulan lalu yang berada di kisaran Rp12.700 per kilogram.

“Padahal saat harga kedelai Rp12.700 per kilogram itu kami sudah susah. Hingga terpaksa menaikkan harga tahu. Ini malah harga kedelai naik lagi,” ujarnya kepada Betanews.id, Senin (24/10/2022).

Dia mengaku bingung mencari solusi atas naiknya harga kedelai ini. Sebab saat harga kedelai Rp12.700, ia dan pengrajin tahu lainnya di Kudus sepakat menaikan harga Rp3 ribu per papannya.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe di Semarang Pilih Naikkan Harga Daripada Kurangi Ukuran

“Namun, dampaknya permintaan tahu jadi turun drastis, sehingga keadaan saat ini menjadikannya dilema. Mau menaikkan harga lagi, khawatir permintaan tahu makin sepi,” bebernya.

Ia mengaku tak tahu penyebab harga kedelai naik terus menerus. Padahal, stok kedelai aman serta setahunya pemerintah juga sudah membebaskan bea masuk impor kedelai.

“Keadaan ini memang aneh dan membingungkan. Stok melimpah dan bebas dari bea masuk impor, kok nyatanya harga kedelai masih mahal,” ungkapnya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan harga kedelai yang mahal. Mungkin pemerintah bisa lebih memperhatikan usaha kecil, sebab usaha kecil itu juga bisa menyerap tenaga kerja terutama mereka yang tak punya ijazah tinggi.

“Jadi pemerintah jangan bicara saja. Buktikan bahwa pemerintah itu peduli dengan usaha kecil yakni dengan menstabilkan harga bahan baku termasuk kedelai,” bebernya.

Baca juga: Gegara Harga Kedelai Naik, Omzet Perajin Tahu Anjlok Karena Produksi Turun

Hal senada juga dikatakan oleh Siti Sulastri. Bahkan, akibat harganya yang melambung tinggi, bosnya terpaksa mengurangi produksi dari yang semula menghabiskan delapan kuintal kedelai sehari, kini turun jadi lima kuintal saja.

“Produksinya diturunin. Sebab permintaan juga turun, karena sebulan lalu harga tahu juga sudah kami naikan Rp3 ribu per papan,” bebernya.

Ia pun berharap, harga kedelai bisa stabil lagi, agar bosnya bisa lebih banyak lagi produksi tahu lagi.

“Menurut saya harga saat ini yang ideal itu Rp12 ribu per kilogram. Harapannya pemerintah punya solusi agar harga kedelai stabil,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER