BETANEWS.ID, KUDUS – Di samping meja kasir, Zulfiana Farida (39) tampak sibuk membantu karyawannya melayani pelanggan yang hendak membayar. Sesekali, ia terlihat berbincang dengan beberapa pelanggannya itu.
Saing itu, tokonya yang berada di Jalan Panjunan Wetan Kudus, Keluarahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus memang tampak cukup ramai. Banyak pelanggan yang datang silih berganti mencari pakaian anak.

Kepada Betanews.id, perempuan yang akrab disapa Upiek itu bersedia berbagi cerita tentang usahanya. Ia mengatakan, awalnya ia hanya iseng memposting foto pakaian anak di status WhatsApp-nya. Tidak disangka banyak yang bertanya dan membeli pakaian tersebut.
Baca juga: Upiek Kids Shop, ‘Surganya’ Pakaian Anak di Kudus yang Harganya Mulai Rp15 Ribu Saja
“Awalnya Iseng-iseng posting gambar dari temen, ternyata malah banyak yang tertarik. Terus mulai berjualan dengan sistem COD sepulang kerja lanjut ke jualan di Car Free Day,” katanya, Selasa (10/10/2022).
Setelah dikenal banyak pelanggan, setahun berselang Upiek memutuskan resign dari pekerjaannya di salah satu kantor pembiayaan yang ada di Kudus. Ia lantas membuka toko di rumahnya yang berada di Mejobo, Kudus.
“Setelah buka di rumah dan menikah, saya memutuskan buka store di daerah GOR selama empat tahun, kemudian pindah ke sini pada Oktober 2021,” jelasnya.
Menurut Upiek, dalam membangun bisnis ini tidaklah mudah baginya. Dulu di musim hujan tokonya itu kerap sepi dari pelanggan. Namun kini setelah memiliki tempat baru dan menyediakan beragam perlengkapan untuk bayi, tokonya tidak pernah sepi oleh pelanggan.
Setiap hari, setidaknya Upiek bisa mengantongi 60 nota pembelian yang tiap notanya bisa lebih dari satu item. Ia juga sudah memiliki 11 karyawan.
Bahkan, banyak pelanggannya yang membeli secara grosir di tokonya untuk dijual kembali. Pelanggan yang datang tidak hanya warga Kudus saja, melainkan ada dari Pati, Jepara dan Demak, Semarang, Jakarta, Jawa Timur bahkan Kalimantan. Ia juga melayani penjualan online yang pengirimannya sudah ke berbagai daerah.
Upiek berharap, ke depan tokonya bisa terus berkembang dan memuaskan pelanggan dengan model dan barang yang disediakan, serta membuka cabang toko di kota lain.
“Harapannya mungkin bisa buka toko atau cabang di kota lain, karena kebanyakan pelanggan dari luar kota,” tandas warga Mejobo itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

