BPS Magelang Sebut Efek Kenaikan Harga BBM Berpotensi Menjalar ke Sektor Perhotelan

BETANEWS.ID, MAGELANG – Sektor pariwisata terutama hotel yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19, berpotensi menghadapi tantangan baru akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang mencatat, statistik tamu atau pengunjung sektor perhotelan saat ini mulai mengalami kenaikan setelah dua tahun dihantam Pandemi Covid-19.

Namun, tren kenaikan tersebut tidak menutup kemungkinan akan turun kembali. BPS tidak bisa memprediksi apakan ke depan akan terus naik atau bahkan kembali menurun.

-Advertisement-
Ahmad Taufiq, Statistisi Ahli Muda BPS Magelang. Foto: Budi Prasetyo.

Baca juga: BPS Pati Terjunkan 203 Petugas untuk Sensus Penduduk Lanjutan

“Kalau tren itu, ke depan agak-agak susah ya, karena ini ada kenaikan BBM. Kenaikan BBM itu akan sangat berpengaruh ke banyak sektor, salah satunya pariwisata dan semua sektor membutuhkan BBM. Angkutan, transportasi itu kan membutuhkan BBM, sehingga itu akan berpengaruh, sebesar atau sekecil apapun kita belum bisa mengatakan, karena BPS itu memotret bukan memprediksi,” jelas Ahmad Taufiq, Statistisi Ahli Muda BPS Magelang, Kamis (15/9/2022).

Dari BPS Kabupaten Magelang sendiri, katanya baru akan merilis data tingkat penghuni kamar (TPK) perhotelan, khususnya hotel bintang, yakni terkait dengan kenaikan BBM pada bulan November mendatang.

“Akan kelihatan nanti perbandingan dari sebelumnya, bulan September seperti apa, bulan Oktober seperti apa, setelah kami memdata,” ucapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang mencatat, sektor perhotelan memang paling terdampak adanya pandemi.

Baca juga: BPS Kudus Lakukan Survei Potensi Desa, Rahmadi : ‘Hasilnya untuk Bahan Evaluasi Pembangunan Desa’

Dijelaskan Ahmad Taufiq, selama pandemi ,TPK mengalami penurunan drastis. Di hotel berbintang, pada bulan Juli 2021 atau selama pandemi, TPK hanya sebesar 14,16 persen. Angka tersebut sangat kecil, jika melihat Kabupaten Magelang yang memiliki pariwisata super prioritas seperti Candi Borobudur.

“Pada bulan Juli tahun 2022 ini, TPK sudah berangsur naik. Data kami mencatat TPK mencapai angka 57,56 persen. Itu bisa dikatakan sebuah perkembangan yang sangat pesat dari tahun lalu 14 persen dan tahun ini mencapai 57 persen,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER