SEPUTARKUDUS.COM, JANGGALAN – Di tepi barat Jalan Kiai Telingsing Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat sebuah toko dengan pintu kayu yang terbuka. Dia dalam toko tampak puluhan mesin jahit berjajar di lantai dan rak kayu yang menempel di dinding. Di dalam toko juga terlihat seorang pria memakai sweter merah sedang melayani pelanggan. Pria tersebut bernama Muhammad Tanwirul Mutaqin (33), pemilik usaha jual beli mesin jahit.

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Taqin itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya jual beli mesin jahit. Dia mengatakan, menekuni usaha jual beli mesin jahit sejak tahun 2006. Sebelum mengawali usaha tersebut, dirinya berjualan bumbu di depan emperan toko yang berada di sekitar pabrik rokok di Kudus.
“Usai mondok (pesantren) di Malang, aku minta modal orang tuaku Rp 500 ribu untuk usaha jual beli bumbu. Aku ingin merasakan bagaimana lika-liku orang berusaha dan susahnya mencari uang. Namun karena setiap menjajakan dagangan selalu diusir petugas dan terkadang juga pemilik toko, akhirnya ibuku tidak tega dan memintaku usaha jual beli mesin jahit di tempat yang sekarang,” ungkapnya.
Warga Kelurahan Purwosari, Kota, Kudus itu mengatakan, saat memulai usaha jual beli mesin jahit dirinya mengaku tak bisa fokus, hingga usaha tersebut, kata dia, dipercayakan orang lain. Sedangkan Taqin memilih membuka usaha lainnya yakni konveksi dan usaha properti. “Namun apesnya, kedua usahaku tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan aku merugi karena ditipu,” ungkapnya.
Menurutnya, sejak kedua usahanya tersebut bangkrut, mau tidak mau dirinya kembali fokus mengelola usaha jual beli mesin jahit. Kini, Taqin bersyukur usaha jual beli mesin jahitnya mulai dikenal banyak orang. Tidak hanya di Kudus, melainkan sudah memiliki pelanggan seluruh Karesidenan Pati.
Dia mengungkapkan, di tokonya tersebut menjual aneka mesin jahit. Untuk mesin jahit kecil dan besar baru maupun bekas. Dia juga meyediakan mesin obras serta mesin jahit kancing. Selain menjual Taqin mengaku juga membeli aneka mesin jahit serta mesin obras.
Kami juga menerima servis untuk aneka kerusakan mesin jahit dan obras yang aku tarif mulai harga Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu per unit, tergantung kerusakan pada mesin jahit tersebut. Dan semua bentuk servis dan pembelian mesin jahit serta obras, aku berikan garansi selama setahun,” ujarnya.

