31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Kebo Bule Jadi Daya Tarik Utama Kirab Malam 1 Sura di Keraton Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar Kirab Pusaka Kiai Slamet dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru 1 Suro Ehe 1956. Kirab dilaksanakan pada Jumat (29/7/2022) dan berakhir pada Sabtu (30/7/2022) dini hari.

Pantauan Betanews.id di lokasi, kirab tersebut juga melibatkan empat ekor kebo bule yang sebelumnya sudah dikarantina di Magangan, Keraton Solo. Selain itu, ada delapan pusaka yang dikirab.

Kebo Bule Keraton Solo diberi makan ubi jalar sebelum KIrab Malam 1 Sura. Foto: Khalim Mahfur

Sebelum kirab dimulai, di dalam keraton dilakukan doa bersama. Setelah itu, kerbau digiring dari Magangan menuju ke Kori Kamandungan dan menunggu Pusaka Kyai Slamet dan pusaka lainnya dibawa keluar dari dalam keraton.

-Advertisement-

Baca juga: Peserta Kirab Malam 1 Sura di Pura Mangkunegaran Tak Boleh Bicara, Pakai Alas Kaki, dan Selfie

Saat di Kori Kamandungan, kebo bule diberi makan terlebih dahulu dengan ubi jalar dan juga beberapa perlengkapan lainnya. Yang lebih unik lagi, kebo bule tersebut juga disiapkan empat ember kopi dan air kembang untuk mereka minum.

Saat tiba pukul 00.00 WIB, lonceng yang berada di Kori Kamandungan lantas dibunyikan sebagai tanda bahwa Kirab Pusaka Kyai Slamet siap dimulai. Empat ekor kebo bule lalau ditaruh di barisan pertama dan di belakangnya terlihat Pusaka Kyai Slamet serta disusul tujuh pusaka lainnya yang diiringi para peserta kirab.

Para peserta kirab tampak mengenakan kebaya dan beskap berwarna hitam, lengkap dengan jarik dan konde bagi perempuan serta blangkon bagi laki-laki. Sesuai adat di Keraton Solo, peserta kirab laki-laki mengenakan blangkon cekok mondol dan peserta perempuan mengenakan gelung tekuk cunduk penyu.

Masyarakat juga sangat antusias dengan kembali digelanya Kirab Malam 1 Sura ini setelah vakum selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan adanya ribuan masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan yang dilalui kirab.

Saking banyaknya masyarakat yang menyaksikan, mereka rela saling berdesak-desakan untuk menyakikan kebo bule. Para petugas pun terus mengamankan jalur yang dilalui selama kirab sehingga acara berjalan lancar.

Adapun rute yang dilalui yakni dari Kori Kamandungan Keraton Solo menuju Supit Urang. Setelah itu berjalan menuju Jalan Pakoe Boewono, Gapura Gladag menuju ke Jalan Jendral Sudirman dilanjutkan menuju ke arah timur ke Jalan Mayor Kusmanto.

Baca juga: Sejarah Kebo Bule Keraton Solo, Hewan Klangenan Pakubuwono II

Selanjutnya belok ke arah Selatan menuju Jalan Kapten Mulyadi, dilanjutkan berjalan ke Barat menuju Jalan Veteran, belok ke Utara menuju Jalan Yos Sudarso. Setelah itu, ke arah Timur menuju Jalan Slamet Riyadi dilanjutkan belok ke Selatan menuju Jalan Pakoe Boewono dan kembali ke Keraton.

Setelah kirab selesai, ada beberapa rangkaian kegiatan lainnya dalam menyambut tahun baru Sura  ini. Sebelumnya, Pengageng Parentah Keraton, KGPH Dipokusumo menjelaskan bahwa rangkaian acara di hari itu akan berakhir hingga setelah salat Subuh.

“Rankaiannya ada lima, tadi pertama doa bersama; kedua kirab; ketiga meditasi atau semedi; keempat salat hajad di masjid di dalam keraton dan Masjid Agung; kelima salat subuh selesai semalam itu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER