SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Di tepi Jalan Jendral Sudirman, Desa Barongan, Kota Kudus, tampak sejumlah orang sedang menikmati kopi di halaman parkir. Di sebelah kiri pintu masuk terlihat sebuah spanduk tertulis Eagle Coffee. Tak lama datang seorang pria dan wanita mendekati barista dan mengambil dua gelas kopi.

Usai mendapat kopi, mereka duduk menepi di sebuah tenda. Pria itu yakni Didik Sumadi (52), yang datang bersama istrinya karena mendengar ada kopi gratis. Selain itu dia juga menunggu anaknya yang sedang jalan-jalan bersama temannya di alun-alun, saat Car Free Day.
Didik, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com, dirinya datang karena mendengar ada kopi geratis. Menurutnya, acaranya sangat bagus dan kopi muria sangat nikmat. Dia sangat mengapresiasi dan mendukung kedai kopi yang ada di Kudus.
“Setiap pagi saya pasti minum kopi. Kopi Muria ini juga sangat nikmat, jadi bangga sebagai warga Kudus memiliki hasil bumi seperti ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada Eagle Coffee yang ulang tahun pertama. Jaya terus buat kedai kopi di Kudus. Nanti malam saya mau ke sini lagi, menikmati musik sambil minum kopi,” ungkap pria dua anak itu, Minggu (19/3/2017) pagi.
Achmad Maulasofa (29), ketua panitia kegiatan, mengungkapkan, kegiatan bagi-bagi kopi gratis diselenggarakan rangkaian memperingati hari ulang tahun Eagle Coffee yang pertama. Dia mengajak lima kedai kopi di Kudus untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Selain itu dia juga ingin mempelopori coffee shop di Kudus.
“Kami juga ingin menjadi pelopor coffee shop di Kudus. Dalam memeriahkan acara ini kami bersama lima kedai kopi yang ada di Kudus membagikan kopi gratis. Selain kopi, ada juga menu bubur ayam Eagle Coffee,” terang Sofa.
Dia juga menambahkan, selain acara bagi-bagi kopi gratis, malam harinya ada acara musik akustik dan stand up comedy di Eagle Coffee. Dalam mempersiapkan acara, Sofa mengaku membutuhkan waktu selama satu bulan. “Semua kegiatan lancar, tidak ada halangan. Antusiasme masyarakat juga bagus,” jelas warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus itu.
Ellen Trisnawati Gunarja (62), satu di antara dua orang pemilik Eagle Coffee, menambahkan, Eagle Coffee menawarkan menu kopi dan makanan kelas menengah ke bawah. Berbeda dengan menu-menu yang ada di Garuda Resto, yang menawarkan menu kelas menengah ke atas.
“Untuk Eagle Coffee saya sengaja menawarkan menu dengan harga kelas menengah ke bawah, dengan kualitas yang bagus tentunya. Sedangkan Garuda Resto menawarkan menu dengan harga kualitas menengah ke atas. Meski begitu harga masih terjangkau dengan kualitas yang memuaskan,” tambahnya.

