Museum BPK RI Usung Konsep Modern, Dilengkapi Teknologi Canggih dan Instagramable

BETANEWS.ID, MAGELANG – Keberadaan Museum BPK RI diharapkan bisa menjadi pusat sarana untuk pengetahuan yang edukatif dan rekreatif. Dengan begitu, Museum BPK RI dapat menjadi pembelajaran tentang tugas dan sejarah dari BPK itu sendiri.

Museum sangat identik dengan sejarah. Museum juga mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu, dengan perkembangan zaman yang semakin modern, Museum BPK RI pun mengadopsi kemajuan zaman. Museum BPK RI saat ini sangat modern dengan teknologi yang dimiliki.

Awi Pramayudha, salah satu staf Museum BPK RI menjelaskan, pada tahun 2016 Museum BPK RI direnovasi dengan mengusung konsep pos modern.

-Advertisement-
Salah satu ruangan yang terdapat di Museum BPK RI Magelang. Foto: Budi Prasetyo.

Baca juga: Berkunjung ke Museum BPK RI di Magelang, Tempat Bersejarah Lahirnya Lembaga Pengawasan Keuangan Negara

“Setelah direnovasi menjadi lebih moderen, menjadi instagramable serta menjadikan pengunjung bisa lebih interaktif dan berinteraksi. Karena dalam museum dilengkapi dengan teknologi digital yang bisa diakses oleh pengunjung untuk mengetahui baik informasi, sejaran maupun profil Museum BPK RI itu sendiri,” jelas Awi.

Dijelaskannya, Museum BPK RI terdiri dari 14 ruangan yang dibagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama adalah ruangan museum dan ruangan pendukung.

“Ruangan museum sampai dengan ruangan ke-7, setelahnya ruang ke-8 merupakan ruang pendukung, seperti ada ruangan kids museum, ruangan storage, perpustakan, ruang pamer sampai ruang kantor,” jelas Awi Pramayudha.

Kemudian, ada juga ruang lobi terdiri dari lobi pertama dan lobi kedua. Di lobi pertama sebagai ruang tamu dan lobi kedua merupakan ruang sejarah berdirinya BPK RI. Pada ruang kedua merupakan ruang audio visual. Pada ruang ini menampilkan beberapa film pendek yang terinpirasi dari BPK. Selain itu ada juga koleksi film pendek dari festival film yang diselenggarakan oleh BPK.

“Pada ruang selanjutnya merupakan ruang-ruang wajah BPK. Di sini menginformasikan kepada pengunjung tentang kedudukan BPK dengan lembaga lainnya,” jelas Awi Pramayudha.

Sebelum beranjak pada ruang selanjutnya, terdapat mesin cetak yang pertama kali digunakan pada tahun 1986 untuk mencetak hasil laporan semester dan tahunan. Dahulu, mesin ini digunakan di Kantor BPK di Jakarta dan saat ini sudah disimpan di Museum BPK RI.

“Pada ruang selanjutnya merupakan ruang titik nol. Ruang ini menjelaskan posisi kantor BPK mulai dari yang pertama sampai yang terakhir. Diawali Tahun 1810 – 1817 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu sebenarnya sudah mempunyai Badan Pemeriksa Keuangan versi mereka,” jelasnya.

Di ruang ini juga terlihat jelas posisi kantor BPK dari masa ke masa. Seperti saat lahirnya BPK pada tahun 1947 di Kota Magelang.

“Selama di Kota Megelang, Kantor BPK sudah berpindah sebanyak 4 kali. Dan di kantor eks Karesidenan Kedu ini merupakan lokasi yang ketiga. Pada tahun 1948 kantor BPK pindah ke Yogyakarta. Kemudian tahun 1949 Kantor BPK pindah ke Bogor sampai dengan 1966 dan pindah ke Jakarta,” jelas Awi Pramayudha.

Kantor BPK di Jakarta pertama kali digunakan pada tahun 1977 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Saat ini Kantor BPK sudah memiliki tower yang pertama kali digunakan pada tahun 2016 sampai sekarang.

Di ruang titik nol juga menjelaskan tentang beberapa kali pergantian logo serta filosifinya. Terdapat empat logo yang pernah digunakan sampai dengan saat ini.

Di ruangan selanjutnya merupakan ruang BPK yang berisi informasi profil BPK dimulai awal kemerdekaan sampai dengan pasca-reformasi. Di sini juga menampilkan sisi humanis para Ketua BPK RI dari masa ke masa.

Baca juga: Museum Kretek Berhasil Naik Kelas Jadi Tipe B

Ruang selanjutnya merupakan ruang jejak, yang menginformasikan tentang hasil pemeriksaan BPK RI yang beberapa di antaranya diwujudkan dengan potongan kliping surat kabar. Ruangan ini merupakan ruangan terakhir dari bagian Museum BPK RI.

“Ruangan pendukung dimulai dari ruangan kids museum, storage, ruangan konservasi, perpustakaan, pemporary eksebisi, ruangan terbuka hingga ruangan kantor,” jelas Awi.

Di Museum BPK RI juga terdapat satu kendaraan roda empat kuno. Kedaraan ini merupakan bekas kendaraan dinas Ketua BPK RI terdahulu, yakni Ketua BPK M Yusuf.

“Museum BPK RI buka dari Selasa sampai dengan Minggu. Untuk hari Senin libur untuk pemeliharaan,” pungkas Awi.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER