BETANEWS.ID, MAGELANG – Asap yang mengepul dari sebuah warung di Jalan lintas Yogyakarta-Semarang, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, membuat hampir semua mata yang melintas mengalihkan pandangan. Di sana, setiap hari memang ada tumpukan kelapa muda yang dibakar dengan api yang cukup besar.
Asap itu terus membumbung tinggi karena ada seorang perempuan paruh baya yang terlihat terus membenarkan bara api. Perempuan bernama Siti Fatimah itu adalah pemilik warung degan bakar yang laris manis untuk pengobatan.

Siti mengungkapkan, di warung yang sudah buka selama 30 tahun itu memang jadi jujugan pencari obat berbagai penyakit. Menurutnya, hampir semua komponen yang ada dalam kelapa muda memiliki khasiat, khusus degan wulung.
Baca juga: Dipercaya Bisa Sembuhkan Banyak Penyakit, Degan Bakar Kang Rus Ramai Pembeli
“Degan wulung kalau sudah dibakar, itu khasiatnya dari sepet, dari daging, dari tulang, dan dari air. Terus kalau yang mentah khasiatnya hanya dari air,” ujar Siti, Jumat (1/7/2022).
Ia menjelaskan, beberapa penyakit dalam yang diyakini bisa disembuhkan dengan degan bakar itu seperti batu ginjal, batu empedu, liver, kangker, tumor, dan jantung.
“Itu semua, bisa sembuh dengan khasiat degan bakar. Tapi yang menyembuhkan bukan kelapa lho, yang menyembuhkan Tuhan. Itu hanya sebagai perantara saja. Sembuh dari Allah, nggak sembuh juga dari Allah,” jelasnya.
Menurutnya, ada cara khusus menggunakan degan bakar sebagai penyembuh penyakit, karena tak serta merta meminum satu degan bakar langsung otomatis sembuh.
Baca juga: Dipercaya Sembuhkan Covid-19, Omzet Penjualan Kelapa Bakar Rempah Ini Jutaan Sehari
“Tergantung sakitnya apa. Kalau sakit batu ginjal, habisnya minimal tujuh biji atau tujuh hari. Setelah nanti tujuh hari biasanya nanti sudah pada keluar. Kalau batu empedu ya sama tujuh biji. Pokoknya macem-macem, yang hampir habis banyak cuma gula dengan stroke,” beber Siti.
Siti menjelaskan, untuk mendapatkan degan bakar yang sempurna, pembakaran menghabiskan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Pembakaran pun harus dilakukan dengan bara yang tak boleh terlalu besar. Jika bara terlalu besar, ditakutkan kelapa muda menjadi tak bisa digunakan. Namun, jika bara terlaku kecil juga tak baik untuk degan bakar.
“Jika matang sempurna, daging kelapa menjadi lembut. Air kelapanya juga bisa diminum langsung atau juga ditambah beberapa repah-rempah untuk menambah kesegaran dan khasiat,” katanya di kios yang jual degan bakar ukuran kecil sebesar Rp25 ribu dan besar Rp30 ribu itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

