BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah warung degan bakar depan Balai Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa orang pembeli sedang menunggu pesanan. Di sisi lain, pria berbaju loreng-loreng tampak sedang mengupas kulit kelapa pesanan pembeli yang sudah dibakar. Pria itu adalah Rustim (36), pemilik Warung Degan Bakar Gubug Brogo Selo.
Setelah kelapa diberikan kepada pembelinya, pria yang kerap disapa Kang Rus itu sudi berbagi cerita tentang usaha yang dirintis sejak Februari 2020 lalu itu. Dia mengungkapkan, degan bakar yang dijual di Gubug Brogo Selo ada dua jenis yaitu degan bakar biasa dan degan bakar wulung. Degan bakar tersebut dibuat pengobatan yang diklaim punya banyak khasiat.

Perbedaan antara degan wulung dan degan biasa, lanjut Rustim, bisa dilihat dari sari kulitnya. Degan wulung sari kulitnya berwarna kemerahan, dan untuk degan biasa berwarna putih. Sedangkan, degan bakar untuk pengobatan ini yang paling bagus adalah degan bakar wulung.
Baca juga: Punya Manfaat Menakjubkan, Penjualan Teh Daun Kelor Meroket 300 Persen Saat Pandemi
“Adapun khasiat dari degan bakar tersebut meliputi, untuk menetralisir racun dalam tubuh, menghancurkan batu ginjal, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan gula darah, hipertensi, asma (sesak nafas), pegal-pegal hilang, menghilangkan masuk angin, dan melancarkan peredaran darah,” beber Rustim kepada betanews.id, Sabtu (25/10/2020).
Rustim mengungkapkan, kelebihan kelapa bakar untuk pengobatan adalah sari kulit dari kelapa tersebut akan cepat merasuk ke dalam air. Selain air kelapa, sari kulit kelapa juga mengandung banyak khasiat. Dengan proses pembakaran kelapa tersebut, maka sari kulit kelapanya akan tercampur ke dalam air kepala yang akan menambah banyak manfaat.
“Harga untuk degan bakar di sini berbeda antara degan bakar biasa dan degan bakar wulung. Untuk harga degan bakar biasa Rp 15 ribu, sedangkan yang wulung Rp 20 ribu. Alhamdulillah, sekarang Gubug Brogo Selo dalam sehari bisa menjual sebanyak 20 degan bakar jika sepi, dan jika ramai terjual hingga 40 degan,” ujar pria di warung yang buka setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 21.00 WIB itu.
Baca juga: Cegah Kanker Hingga Turunkan Berat Badan dengan Olahan Kalkun di Resto Raos Eco
Rata-rata, tambah Rustim, pembeli di sini kebanyakan warga sekitar yang tidak jauh dari warung tersebut. Ada juga pembeli dari luar daerah yaitu dari Jepara.
“Saya berharap semoga degan bakar ini tambah ramai pembeli dan semoga kedepannya bisa di kenal oleh masyarakat luas, khususnya di daerah Kudus ini,” pungkasnya.
Salah satu pembeli, Aqfa Nur Isfianto mengatakan, membeli degan bakar di Gubug Brogo Selo sudah dua kali untuk pengobatan ayahnya yang menderita sakit gula. Menurutnya, setelah meminum degan bakar tersebut ada perubahan yang signifikan terhadap penyakit yang diderita ayahnya tersebut.
“Setelah mengkonsumi degan bakar dari sini, Ayah semakin sehat,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

