SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Sebuah spanduk terbentang di tengah-tengah puluhan motor Honda Vario yang terparkir rapi di tepi Jalan Nendral Sudirman, di depan Rumah Sakit Kartika Husada, Desa Barongan, Kota Kudus. Di spanduk terlihat sejumlah pria berkumpul dan bercanda. Satu di antaranya yakni Dedy Noor Surahman (19), anggota Komunitas Vario Kudus.

Dedy begitu dia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang komunitasnya.Dia mengatakan, untuk bergabung Komunitas Vario Kudus tidak mudah, karena butuh melewati sejumlah tahapan dan syarat yang sudah ditentukan. Itu diberlakukan, agar dirinya dan anggota lain tahu seberapa besar loyalitas calon anggota yang akan bergabung.
“Kami tidak ingin ada anggota yang hanya main-main. Jadi syarat awal calon anggota wajib menyerahkan foto copy SIM dan STNK, seperti klub motor pada umumnya. Yang kedua mereka harus ikut Kopdar tiga kali, kemudian ikut acara di luar Kota dua kali, dan berkunjung komunitas Vario di dua Kota terdekat” tuturnya, saat kopdar beberapa waktu lalu.
Dedy juga merinci jumlah anggota Komunitas Vario Kudus saat ini. Untuk anggota tetap ada 26 orang, anggota prospek ada tujuh orang, dan calon anggota ada belasan orang. Anggota prospek, katanya, yakni anggota yang masih dalam menjalankan proses untuk menjadi anggota resmi. Anggota ini memilkiki tanda setiker bertuliskan Anggota Prospek pada motornya. Dan calon anggota adalah orang yang baru ikut Kopdar, sekadar ingin tahu Vario Kudus.
Dia menjelaskan, seluruh anggota juga membayar iuran rutin Rp 10 ribu setiap bulan. Anggaran tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan sosial, di antaranya santunan anak yatim piatu dan memberi bantuan korban bencana alam. “Selain itu juga kami gunakan untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan dan membayar saat mengikuti acara Kopdar Provinsi atau Kopdar Nasional,” terang warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus itu.
Zulkarnain (28), satu diantara tiga orang pendiri Vario Kudus, menambahkan, Komunitas Vario Kudus dirintisnya sejak tanggal 19 Mei 2013. Dia dan tiga temannya sebelumnya bergabung di klub motor lain, karena ada ketidaksepahaman, mereka mendirikan komunitas motor baru, yakni Vario Kudus.
“Tujuan berdirinya Vario Kudus untuk menjalin rasa persaudaraan. Dengan kegiatan-kegiatan positif, saya berharap teman-teman yang bergabung di Vario Kudus bisa lebih kompak dan bisa bermanfaat bagi masyarakat juga,” ungkap warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu.

