BETANEWS.ID, KUDUS – Satu warga Kabupaten Kudus ditengarai aktif sebagai dalam organisasi Khilafatul Muslimin. Bahkan orang tersebut dikabarkan aktif ikut merekrut anggota. Terkait kabar tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menanggapi enteng dan dianggap hanya riak-riak kecil.
Ketua Komisi D DPRD Ali Ihsan mengatakan, bahwa Kabupaten Kudus selama ini aman. Sebab selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sering mengadakan kegiatan-kegiatan tentang rasa Nasionalime. Masyarakat Kudus juga sekarang sudah pintar-pintar.
“Saya yakin masyarakat Kudus itu sudah pintar memilah persoalan yang cenderung merongrong Nasionalisme dan yang tidak. Kita, DPRD dan Pemkab Kudus juga selama ini tidak diam. Kami selalu menyosialisasikan dan menanamkan pentingnya NKRI, Pancasila, UUD 1945 adalah harga mati,” ujar Ali Ihsan kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.
Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mengimbau kepada para pemuda penerus bangsa, agar tak terpapar paham radikal. Entah itu melalui organisasi kemasyarakatan, organisasi pelajar serta organisasi kemahasiswaan. Ia meminta untuk memilih organisasi yang memang memiliki landasan dasar Pancasila dan UUD 1945.
“Jangan ikut organisasi yang tak jelas. Jangan sampai terpapar radikalisme kanan maupun radikalisme kiri. Selama ini sudah terbukti yang coba-coba mengganggu NKRI kita, tidak bertahan lama,” bebernya.
Dia pun meyakini, generasi muda Kudus sudah tangguh. Sehingga, kalau ada warga Kudus yang terpapar radikalisme, berarti yang bersangkutan tidak paham tentang persoalan sejarah.
“Generasi kita itu generasi tangguh. Jadi kalau ada yang jadi anggota Khilafatul Muslimin, itu hanya riak-riak kecil. Dia itu tidak paham tentang sejarah, yang mana selama ini negara mampu menangani, menanggulangi, persoalan radikalisme,” ungkapnya.
Baca juga: Kesbangpol Catat Ada 149 Ormas di Pati, Pastikan Tak Ada Khilafatul Muslimin
Dia pun menduga, Khilafatul Muslimin sebenarnya kekuatan paham radikalisme lama yang mencoba menunjukan eksistensinya, dengan satu atau dua orang. Namun, sebenarnya mereka itu tidak ada arti. Ia pun mengajak warga Kudus berprasangka baik, tapi tetap waspada.
“Intinya kita positif thinking saja melihat persoalan ini. Namun, tetap proaktif agar keluarga, saudara dan kerabat kita tidak terpapar paham radikal,” terangnya.
Editor : Kholistiono

