SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Di tepi timur Jalan KH Wachid Hasyim, tepatnya di Plenyikan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak beberapa mobil terparkir di depan ruko. Di dalam terlihat beberapa orang sedang menyantap hidangan. Di tempat pembayaran tampak seorang perempuan berkaca mata sedang mengamati aktivitas di ruangan tersebut. Perempuan itu bernama Devi Andriani (34), anak dari perintis usaha mi Bandug di Kudus.

Di sela aktivitasnya tersebut perempuan yang akrab disapa Devi itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha Mi Bandung yang dikelolanya. Dia mengungkapkan, usaha mi Bandung dirintis ibunya, Ermawati, sejak 1981. Ibunya membuka rumah makan mi Bandung tersebut karena ingin menyajikan mi yang punya rasa enak juga sehat.
“Ibuku itu orangnya suka bahkan hobi memasak. Dan semua yang dijual di sini itu diproduksi sendiri dari mi dan makanan lainnya. Karena kami ingin para pelanggan selain bisa merasakan enaknya mi atau bakso yang kami sajikan, kami juga senantiasa selalu menjaga cita rasa dan kualitas bahan dan tentu ke halalan makanan yang kami jual,” jelasnya.
Warga Kelurahan Panjunan, Kota, Kudus itu mengungkapkan, sebenarnya awal buka itu di tepi Jalan Ahmad Yani. Namun karena saat itu ada peraturan kendaraan tidak boleh parkir di depan warung, ibunya, lalu Ermawati memutuskan pidah di tempat yang sekarang. Menurutnya, sejak pindah malah pelanggan yang datang makin banyak.
“Pelanggan mi Bandung mamaku itu bukan orang Kudus saja, mlainkan ada yang datang dari Lasem, Rembang, Pati, Jepara, Demak, semarang, Solo, Jakarta dan beberapa kota lainnya. Biasanya mereka yang datang dari jauh misal Jakarta, liburan di Kudus, atau mereka berkunjung ke sanak familinya di Kudus dan mampir ke sini,” ujarnya.
Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, Mi Bandung buatan mamanya itu memang digemari banyak orang dari berbagai kalangan usia. Bahkan menurutnya, ada yang berlangganan hingga puluhan tahun. Di kedai mamanya tersebut menyediakan aneka menu olahan mi.
Dia menjelaskan, menu yang disajikan itu di antaranya mi ayam, mi bakso, mi pangsit, mi komplit, bakso kuah, pangsit kuah, dan bakso gepeng. Dari semua menu mi dan bakso dijual dengan harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 24 ribu satu porsi. Selain mi dan bakso, Devi mengunkapkan dikedai ibunya tersebut juga menyediakan aneka jenis minuman.
“Di kedai kami menyediakan aneka macam minuman, ada es teler, es tuti frutti, es merah delima, serta es kacang merah. Selain itu ada juga es bangka, es podeng, es dawet, dan es buah. Dari semua jenis minuman tersebut harga mulai Rp 12 ribu dan paling mahal es teler Rp 17 ribu seporsi,” urainya.
Dia mengungkapkan, kedai ibunya tersebut buka setiap hari selain hari Senin. Dan setiap hari berjualan dua kali. Waktu pagi mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Sedangkan saat senja mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. “Kami memang sengaja sehari berjualan dengan dua waktu, agar para pekerja punya jeda untuk istirahat,” ujarnya.

