31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Nasib Suram Tembang Macapat dalam Pentas Layang Bandang Teater Apotek SMK Duta Karya

BETANEWS.ID, KUDUS – Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus memantaskan lakon “Layang Bandang” di Gedung Serba Guna SMK Duta Karya Kudus, Sabtu hingga Senin (14-16/5/2022). Naskah yang ditulis secara kolektif itu menandai kebangkitan kembali teater tersebut dengan mengangkat kesenian tembang macapat.

Sutradara pentas Muhammad Zaini menjelaskan, pentas produksi ke-25 Teater Apotek mencoba mendefiniskan tembang macapat sebagai sesuai yang dekat, menyenangkan, dan akrab. Mengingat, belakangan ini tembang macapat dikonotasikan sebagai sesuatu yang angker dan sulit diterima di tengah masyarakat utamanya generasi muda.

Pentas ke-25 Teater Apotek SMK Duta Karya yang mementaskan Layang Bandang. Foto: Ist

“Ada satu fragmen bencana banjir setelah warga yang merawat macapat diusir. Hal demikian merupakan representasi, apabila kebudayaan lama hilang, maka ada akibat yang sangat merugikan. Bahkan berakibat kehancuran,” ucap pria yang biasa dikenal dengan Jesy Segitiga itu.

-Advertisement-

Baca juga: Sempat Vakum Karena Pandemi, Teater Aura Kembali Gelar Pertunjukan

Naskah yang digagas para pelajar ini, menurutnya bisa menjadi wahana eksplorasi yang menawarkan masalah-masalah kebudayaan, sosial, dan ekonomi sehingga menyebabkan bencana massal.

Lewat pentas ini, para pelajar atau generasi muda diharapkan tetap merawat kearifan lokal dan memanfaatkannya sebagai bagian dari budaya klasik yang tetap eksis di tengah-tengah era digital yang praktis.

Dengan pentas ini, ia berharap para guru atau generasi tua mengapresiasi keberanian serta memberi ruang bagi para pelajar untuk bersenang-senang, sekaligus mengutarakan gagasan dengan pementasan naskah yang digarap secara kolektif.

“Kita seringkali lupa melihat proses seluruhnya. Dengan memberi ruang dan mengapresiasi keberanian adik-adik pelajar, kedisiplinan dan tanggung jawab mereka mulai tumbuh, begitu juga dengan kerja samanya, sehingga mereka lebih kritis terhadap banyak hal.

Baca juga: Kolaborasikan Seni Tradisi dan Modern, Teater Minatani Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

Setelah naskah jadi dan dipentaskan, kita memberikan mereka kesempatan untuk merefleksi dan merenungkan nilai-nilai yang mereka suarakan. Karena di beberapa tempat di Kudus, keberanian pelajar membuat naskah dan mementaskannya ini sudah mulai pudar,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru di SMK Duta Karya Faruq menyampaikan bahwa pementasan teater yang membawa pesan ini diharapkan dapat menghargai dan mengenalkan kearifan lokal. Terutama yang berkaitan dengan Jawa.

“Kami berharap para pelajar jadi lebih mengapresiasi budaya dalam negeri,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER