BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Kabupaten Kudus, Jumat (8/4/2022). Pihaknya bersama rombongan langsung menuju sentra UMKM Jenang Dua Keris di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.
Di sana juga sudah ada beberapa UMKM yang difasilitasi stand untuk memperkenalkan produk mereka. Mulai dari minuman, snack, sepatu, gula organik, peci, rokok, kain, pakaian, dan lainnya.
AHY yang melihat langsung produk UMKM, merasa tertarik dan ingin mempromosikannya. Bukan hanya pada tingkat lokal maupun nasional, tapi internasional.

Baca juga : Berkunjung ke Kudus, AHY Sebut Siap Bantu Promosikan Produk UMKM
“Produk UMKM butuh perhatian dan dukungan kita semua. Terimakasih pak bupati yang sudah berupaya dan berusaha memberdayakan UMKM di Kudus. Kami Partai Demokrat akan ikut upaya itu,” kata putra sulung Presiden RI ke-6 itu.
AHY juga berterima kasih untuk sambutan warga Kudus. Pihaknya berharap dengan kedatangannya dan rombongan dalam kegiatan Safari Ramadan ini tidak merepotkan atau membuat hal yang kurang berkenan.
“Niat kami baik, mengunjungi langsung produk unggulan khas dari Kudus. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Pak Bupati terima kasih mau mendampingi kami. Produk UMKM di sini begitu kreatif dan berkualitas. Sehingga dengan senang hati dan kewajiban kita semua mempromosikan,” ungkapnya.
Salah satu caranya dengan promosi lewat media online. Di mana, promosi itu dinilai lebih efektif untuk menjangkau pasar global.
Partai Demokrat, kata dia, akan terus mendorong terjadinya transformasi digital bagi para pelaku UMKM. Tidak hanya secara konservatif, tetapi juga lebih masuk ke pasar digital, karena peluang penjualan lebih besar di sana.
“Di Indonesia baru sekitar 15 persen yang sudah bertransformasi digital, lainnya masih proses. Dan itu butuh dukungan kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo yang ikut dalam kunjungan AHY mengucapkan terima kasihnya atas Ketum Partai Demokrat itu. Pihaknya menyampaikan, selama ini Kudus yang hanya memiliki luas wilayah 42 hektare, mampu mendorong perekonomian provinsi maupun nasional. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Kudus sendiri mampu mencapai Rp 34 triliun, tapi hanya diberikan ke Kudus Rp 174 miliar.
“Ketika kita bisa mengelola DBHCHT sendiri, Kudus bisa jadi Singapore-nya Indonesia. Kudus juga gudangnya UMKM, ada 17 ribu lebih UMKM di Kudus. Bahkan yang produksi jenang sendiri ada 106 perusahaan,” jelasnya.
Selain terkenal sebagai Kota Kretek, Kudus juga dikatakan Hartopo terkenal dengan Kota Industri, Kota Jenang, dan tidak ada keluarga miskin di Kudus.
Warga yang menganggur pun, dikatakannya tidak ada. Sebab, banyak perusahaan di Kudus yang masih menempelkan pengumuman lowongan pekerjaan sampai saat ini.
Baca juga :Â Setia Dukung AHY, Kader Demokrat Kudus Lakukan Cap Jempol Darah
“Jadi warga Kudus semua bekerja, tidak ada yang menganggur. Banyak lowongan pekerjaan yang masih tertempel. Ini luar biasa, Kudus kota kecil penopang perekonomian di Jawa Tengah maupun nasional,” tandasnya.
Pencapaian itu juga mendapat apresiasi dari AHY. Kendati Kudus kabupaten kecil geografis dan populasinya, mampu mendongkrak ekonomi daerah. Harapannya setelah pandemi Covid-19, roda perekonomian Kudus mampu kembali normal lagi. Produk UMKM terus berkembang pesat sampai internasional.
Editor : Kholistiono

