BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk menularkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kudus menggandeng Politeknik Kudus. Kerja sama tersebut diwujudkan dengan membentuk HIPMI Perguruan Tinggi di Politeknik Kudus.
Ketua HIPMI Kudus Ali Esmanto menargetkan, akan menggandeng semua perguruan tinggi di Kudus. Tujuannya untuk menjaring para pengusaha muda kalangan mahasiswa. Sebelumnya, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Universitas Muria Kudus (UMK).

Baca juga : Jaring Pengusaha Muda, HIPMI Kudus Lebarkan Sayap di UMK dan IAIN Kudus
“Sesuai dengan aturan organisasi, HIPMI itu untuk mengajak mahasiswa menjadi enterpreneur. Sehingga ketika mereka sudah punya motivasi sebagai enterpreneur, mereka lulus sudah punya usaha. Sehingga ada kesinambungan saat mereka bergabung sebagai anggota HIPMI,” jelas Ali, Kamis (31/3/2022).
Program HIPMI, kata Ali, di antaranya akan membentuk sekolah entrepreneur atau akademi entrepreneur. Di mana, nantinya ide dari para anggota akan dimunculkan. Kemudian dibina dengan dibantu pemodalan dari HIPMI sendiri.
“Kemarin dari HIPMI akan melakukan pembinaan melalui pendampingan permodalan senilai Rp 1 juta per orang melalui akademi tadi. Untuk usaha yang siap jalan dan dikembangkan,” ungkapnya.
Dengan adanya anggota di perguruan tinggi, Ali akan berusaha menciptakan pengusaha muda. Dengan benih-benih entrepreneur yang ada, HIPMI akan berusaha menumbuhkan dan memunculkan. Selain itu bagi mahasiswa yang belum memiliki ide menjadi pengusaha, akan didorong dan diberi motivasi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kudus Trisno Suwandi mengatakan, kerja sama dengan HIPMI diharapkan mampu memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneur. Mereka mampu belajar dan mengikuti program pelatihan yang diajarkan oleh HIPMI Kudus.
“Selama ini di Politeknik memang sudah ada pembelajaran untuk entrepreneur, cuma actionnya belum ada. Dengan MoU dengan HIPMI Kudus ini, tujuannya agar mendapatkan bimbingan dan kerja sama tentang usaha,” jelasnya.
Baca juga : Gelar Rakorwil di Kudus, Gusjigang Diharapkan Jadi Ruh Perjalanan Pengusaha Nahdliyin
Dari lulusan Politeknik Kudus sendiri, 11 persen atau sekitar 60 orang telah sukses menjadi pengusaha. Bahkan selama menjalani perkuliahan, banyak di antara mereka yang juga berusaha mencari rezeki dengan berjualan.
“Sebelas persen lulusan kita itu sekitar 60 orang lebih. Itu yang dikatakan usahanya sudah hidup. Kalau yang lain, baru berlatih,” katanya.
Editor : Kholistiono

