SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG PAKIS – Beberapa orang tampak memilah barang barang yang berada di tepi Jalan Cut Nyak Dien Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus. Mereka mengamati secara seksama dan teliti mencari barang yang mereka inginkan. Tempat tersebut yakni tempat jual beli barang bekas Putra Kudus, yang diklaim terlengkap di Kota Kretek.

Chafi (50), pemilik usaha tersebut mengungkapkan, usaha yang dia rintis sejak dua tahun lalu itu memang terbilang lengkap. Meskipun awalnya hanya bermodal perabotan warung makannya yang telah tutup, tapi berkat banyak kenalan dan pengalaman sekarang barang bekas yang dimilikinya hampir memenuhi tanah seluas 800 meter persegi.
“Untuk melengkapi stok barang bekas, aku memang kerjasama dengan beberapa temanku yang berada daerah lain. Mereka percaya padaku dan sudi menaruh barang bekasnya untuk aku jual dengan sistem pembayaran di belakang dan bisa aku angsur. Kalau tidak dibantu mereka mungkin barangku masih sedikit,” ujarnya kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.
Warga Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus itu mengungkapkan, dia bersama temannya sesama pelaku usaha barang bekas daerah lain hanya mengandalkan kepercayaan dalam menjalin kerjasama. Menurutnya, tak jarang juga dirinya dan para temannya saling bertukar barang untuk dijual tempat masing-masing.
“Sebenarnya hanya bertukar tempat penjualan saja. Saat barang bekas jenis tertentu tidak begitu laku di Kudus biasanya aku titipkan temanku untuk dijual di daerah lain, begitu juga sebaliknya. Dan saat barangku laku terjual aku juga berhak mendapatkan keuntungan,” jelasnya.
Di tempat penjualan barang bekas tersebut tampak berbagai macam barang dari berbagai jenis, mulai dari perabotan rumah tangga, peralatan proyek, alat elektronik, peralatan berdagang, hingga brankas serta barang antik. “Pokoknya barangnya lengkap dan apa yang dicari pasti ada di lapakku. Kalau tidak ada pesan saja pasti aku menyanggupi untuk mencarikan barang tersebut. Dan tak jamin aku mampu mencarikan barang yang dipesan,” ungkapnya.
Menurutnya selain lengkap, barang bekas yang dijual juga harganya sangat terjangkau. Mulai dari harga Rp 1 ribu termurah dan yang paling mahal hanya kisaran Rp 1 juta. Karena harga yang terjangkau itu, Chafi mengaku sudah memiliki banyak pelanggan, tidak hanya di Kudus, melainkan juga seluruh Karesidenan Pati, bahkan ada yang dari Jakarta.
Dia mengungkapkan, dari penjualan barang bekas tersebut Chafi mengaku bisa mendapatkan omzet tak kurang dari Rp 1 juta sehari. Menurutnya hasil tersebut saat sepi, dan saat ramai bisa lebih banyak lagi. “Apalagi waktu ada pelanggan yang beli barang yang satunya berharga Rp 1 juta, bisa tambah banyak lagi omzetku,” ungkap Chafi yang mengaku tempatnya tersebut buka setiap hari.

