Jatuh Bangun Merintis Aneka Usaha, Chafi Akhirnya ‘Berjodoh’ Dengan Barang Bekas

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG PAKIS – Di tepi selatan Jalan Cut Nyak Dien, Desa Jepang Pakis, Kecamatan jati, kudus tampak beberapa barang kusam memenuhi area yang luasnya sekitar 800 meter persegi. Di dalam area tersebut tampak seorang pria memakai baju lengan pendek berwarna hitam sedang mengobrol dengan para calon pembeli. Pria tersebut bernama Chafi (50) pemilik usaha jual beli barang bekas.

Kisah Sukses Chafi membangun usaha barang bekas
Kisah Sukses Chafi membangun usaha barang bekas. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya melayani pelanggan Chafi sudi berbagi kisah tentang usahanya kepada seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, membuka usaha jual beli barang bekas sejak mulai tahun 1997. Pada tahun tersebut dia mengaku mempunyai usaha jual beli onderdil motor di daerah Jember, Kudus. Menurutnya, usahanya tersebut lumayan laris dan menjadi tujuan banyak orang yang memerlukan atau menjual aneka spare part motor.

Baca juga: Tempat Jual Beli Barang Bekas di Jepang Pakis Ini Diklaim Terlengkap di Kudus

-Advertisement-

“Meskipun usaha jual beli onderdil sepeda motorku ramai pembeli, saat itu aku ingin melebarkan usaha. Pada tahun 1998 aku mewujudkan impianku dengan membuka jual beli dinamo bekas di tepi Sungai Gelis. Dan Alhamdulillah saat itu aku lagi mujur  hingga usahaku itu pun cepat dikenal orang dan banyak pembeli,” ungkapnya.

Pria warga Kelurahan Wergu Kulon, Kota, Kudus itu mengatakan, setelah dua usahanya itu berkembang sesuai keinginannya. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 2000, dia mengaku menangkap peluang usaha pengecatan sepeda motor dan mobil. Dan dipilihlah tepi Jalan Johar dekat dengan pasar Johar Kudus untuk membuka bengkel pengecatan untu dua jenis kendaraan tersebut.

“Usaha pengecatan motor dan mobil sebenarnya muncul karena aku sering melihat para pemilik kendaraan yang suka mengganti warna motor maupun warna cat mobil mereka. Apalagi para anak muda yang selalu ingin terlihat keren,” ujarnya.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, usaha bengkelnya tersebut juga mengalami kemajuan dan banyak memiliki pelanggan. Bahkan kata dia, untuk mengerjakan aktifitas pengecatan dirinya mempekerjakan sebanyak delapan orang. Dan dalam sehari di bengkelnya tersebut bisa menyelesaikan pengecatan delapan unit mobil.

Menurutnya, karena memiliki tiga usaha tersebut dia tidak bisa stand by di satu tempat. Dan dirinyapun mempercayakan ke tiga usaha kepada orang  – orang terdekat. Namun justru itulah awal sumber masalah. Karena kurangnya tanggung jawab akhirnya tiga usahanya bangkrut dan tutup semua.

“Mungkin benar kata orang bijak bahwa roda kehidupan itu berputar. Dan mungkin saat itu aku lagi berada di bawah, hingga tiga usaha yang aku rintis bangkrut dan tutup,” tuturnya.

Setelah tiga usahanya tutup, dengan modal yang tersisa, Chafi membuka rumah makan di tempat yang sekarang dibuat usaha jual beli barang bekas. Namun memang dasarnya apes usaha rumah makannya yang dibuka empat tahun yang lalu itu pun bangkrut dan hanya bertahan selama dua tahun saja.

Pada saat itu dia mengaku sudah tak punya apa – apa lagi. Dia juga merasa pusing karena saat itu anaknya juga masih kecil. Akhirnya dengan nekat dan ijin istri, Chafi membuka usaha jual beli barang bekas dengan hanya bermodalkan perabotan rumah makan.

“Aku bersukur dengan modal nekat dan pengalaman di bidang jual beli usaha barang bekas yang pernah aku tekuni dulu, kini usahaku sudah berkembang. Setiap hari selalu ramai pembeli, dan aku juga sudah memiliki banyak pelanggan,” ungkapnya.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER