BETANEWS.ID, DEMAK – Di sebuah ruangan bagian belakang rumah yang berada di Desa Kedungwaru Kidul RT 2 RW 4, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, terlihat tiga orang sedang menyelesaikan pembuatan miniatur kapal.
Rumah produksi maket kapal bernama AGC Miniatur tersebut sedang kebanjiran orderan pembuatan miniatur kapal. Salah satunya yang dibuat siang itu adalah jenis kapal trawl yang dipesan dari ABK perusahaan Korea.

Baca juga : Miniatur Kapal Buatan Eko Ini Detail Banget, Pelanggannya Berbagai Perusahaan Ternama
Satu di antara tiga orang tersebut adalah Eko Mulyo (31), pemilik AGC Miniatur. Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat maket miniatur kapal jenis trawl dengan jumlah 5 item kapal. Karena banyaknya pesanan, kini ia menambah orang untuk memproduksi maket kapal pesanan pelanggan.
“Kalau untuk pesanan Alhamdulillah lancar mas. Ada beberapa yang sudah siap kirim, ada juga yang baru proses pembuatan. Untuk yang jenis trawl ini sudah 90 persen, tinggal proses detailing dan sebagainya,” tutur pria yang akrab disapa Eko tersebut.
Saat ditemui di rumahnya, Eko tampak sibuk dengan pekerjaannya yang hampir jatuh tempo untuk pengiriman. Sedangkan di AGC Miniatur itu, tak hanya membuat miniatur kapal jenis trawl saja. Ada beberapa pemesanan yang harus dikerjakan, seperti kapal yacht , kapal tugboat, kapal pursen, dan lain sebagainya.
“Saat ini yang sudah siap untuk pengiriman adalah kapal cumi yang dipesan dari Bangka Belitung,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya memproduksi kapal jenis trawl itu sejak 2 Januari 2022 lalu. Menurutnya, biasanya ia memproduksi maket kapal membutuhkan antara 3 minggu sampai satu bulan. Pengerjaan yang dibuat itu berukuran 40 sentimeter atau dengan skala 1 banding 200.
“Kalau untuk harga per unit kapal ini, range harganya Rp 1 juta, tergantung ukuran dan kerumitan detail yang ada pada kapal tersebut,” rincinya.
Baca juga : Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Sebelum pemesanan 5 unit kapal jenis trawl itu, lanjutnya, sudah ada pesanan kapal yang sama dengan jumlah 3 unit. Kemudian kini ada penambahan pesanan lagi yang kini berarti total ada 8 unit yang dipesan oleh ABK kapal dari perusahaan Korea.
“Salah satunya ada ABK kapal yang berasal dari Indonesia yang memesan maket ini. Karena tertarik dan memang bisa dipercaya atau bisa sampai lokasi, kemudian ada penambahan pesanan lagi,” terangnya.
Editor : Kholistiono

