BETANEWS.ID, SEMARANG – Bermodalkan limbah kain, Komunitas Ken Runtah Kota Semarang berhasil menjual produk kerajinan tangan ke luar negeri, seperti China hingga Eropa.
Pendiri Komunitas Ken Runtah, Elkana Gunawan mengatakan, ide memanfaatkan sampah kain itu karena jenis tersebut menjadi penyumbang sampah terbesar kedua setelah migas. Hal ini menjadi perhatian tak hanya Indonesia namun juga Dunia.

“Sampah kain ini kan tidak cepat hancur, dan membutuhkan waktu yang lama,” katanya saat ditemui di acara pengukuhan berdirinya Komunitas Ken Runtah di Kota Lama Semarang, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Keren! Patung Tokoh Wayang Ini Terbuat dari Limbah Kertas
Dari pemikiran itu, mula-mula komunitas yang berdiri pada 16 September 2021 itu membuat masker yang berbahan dasar limbah kain. Setelah kompetior makin banyak, mereka kemudian melebarkan sayap membuat berbagai produk lain seperti selimut, baju, aksesoris, dan lain-lain.
“Selama ini banyak anggapan kain sampah hasil industri itu tak berguna. Namun kita justru ingin memanfaatkan itu,” jelasnya.
Baca juga: Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Unik dari Limbah Kayu yang Pernah Sabet Dua Penghargaan
Untuk mendapatkan kain perca, anggota komunitas yang kini berjumlah 58 orang itu membelinya dari industri dan penjahit. Bahkan, ada yang memberikan limbah kain tersebut secara cuma-cuma.
“Adanya komunitas ini untuk membantu anggota memasarkannya menjualnya, supaya lebih mudah,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

