BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah ruangan di salah satu rumah yang berada di RT 4 RW 7 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tampak puluhan kain batik dengan berbagai motif tertata rapi di lemari. Di ruangan tersebut, juga terlihat seorang pria sedang menggantung kain batik. Satu kain batik yang digantung yakni motif Parijoto, motif baru di Djanoer Batik Kudus.
Di sela menata kain batiknya, dia yang tak lain adalah Sih Karyadi (36) owner dari Djanoer Batik Kudus sudi berbagi penjelasan tentang produk barunya tersebut. Dia menuturkan, pada awal tahun 2022, atau pada Januari ini, Djanoer Batik Kudus mengeluarkan dua motif batik. Yakni batik motif Parijoto dan batik motif Rawuh Bungah.
Baca juga : Cerita Sukses Pemilik Batik Djanoer, Awalnya Harus Pinjam Uang Temannya untuk Modal
“Untuk yang batik motif Parijoto ini merupakan batik cap. Sebelumnya saya juga sudah membuat batik motif Parijoto, tapi ini beda. Batik motif Parijoto yang baru gambarnya lebih full, sehingga hampir tak ada sela,” ujar pria yang akrab disapa Karyadi kepada Betanews.id, Kamis (27/1/2022).
Selain itu lanjutnya, batik motif Parijoto terbaru ini teksturnya lebih kecil dan lembut. Selain motif Parijoto, pria yang mulai merintis usaha di bidang batik sejak tahun 2015 itu, juga menyelipkan motif daun dan bunga yang sedang mekar.
“Motif itu semuanya ada filosofinya. Contoh motif Parijoto, kami berharap tahun 2022 perekonomian bisa bangkit. Ibarat Parijoto, buah dari tanaman Gunung Muria yang selalu diharapkan berkah oleh banyak orang. Terutama ibu hamil yang percaya makan buah Parijoto agar kelak anaknya lahir cantik maupun tampan,” bebernya.
Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, beda dengan batik tulis, batik cap Parijoto ini proses produksinya lebih cepat. Meski dengan kerapatan motif tetap dibutuhkan kejelian, serta ketelatenan saat produksi.
“Sebulan kami setidaknya bisa memproduksi batik cap Parijoto sekitar 10 lembar dengan ukuran 200X115 sentimeter. Sedangkan untuk harganya kami banderol Rp 100 ribu per lembar,” jelasnya.
Baca juga : Alfa Shoofa Punya Belasan Corak Batik Khas Kudus yang Cocok untuk Berbagai Acara
Dia mengatakan, batik cap motif Parijoto tersedia dengan berbagai warna, di antaranya, ungu, biru dongker dan oranye. Menurutnya, memproduksi batik cap motif Parijoto dengan gambar yang full dan hampir tanpa sela itu, karena mengakomodir minat dari pelanggannya.
“Batik cap motif Parijoto ini sudah dinantikan para pelanggan. Terutama para ibu-ibu PKK di desa, yang memang tiap tahun mereka itu ganti seragam. Mereka itu mengaku bangga mengenakan produk lokal dengan motif batik khas Kudus,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

