BETANEWS.ID, KUDUS – Capaian laba Perusahaan Daerah (PD) Apotek Kabupaten Kudus pada tahun 2021 telah melampaui target. Perusahaan itu hanya ditargetkan bisa mendapatkan laba bersih Rp 55,1 juta. Hingga akhir tahun 2021, PD Apotek mampu mencatatkan laba Rp 55,6 juta, atau Rp 500 ribu lebih banyak dari target.
“Itu sudah melampaui target meski sedikit. Itu saja kami bersama manajemen belum merasa puas,” kata Kepala PD Apotek, Jasiran saat ditemui di ruangannya, Senin (24/1/2022).
Capaian ini, lanjutnya, juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Bahwa pada tahun 2020 target laba yang dibebankan sebesar Rp 45 juta setelah diaudit. Hingga tutup buku, PD Apotek mampu mendapat laba Rp 47,9 juta di tahun 2020.
Baca juga: Usai Direkturnya Dipecat, PD Percetakan Kudus Diaudit Inspektorat
Namun di tahun 2022 ini, Jasiran mengungkapkan, target laba bersih PD Apotek akan naik signifikan. Saat berkomunikasi dengannya, Pemkab Kudus menargetkan laba tahun 2022 sebesar Rp 81 juta.
“Pertimbangannya karena ada temuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus setelah rapat koordinasi, bahwa PD Apotek memiliki jasa bank yang nominalnya cukup tinggi. Untuk itu, PD Apotek diharapkan bisa mendapatkan laba mendekati jasa bank yang diterima. Tapi itu tidak bisa dijadikan patokan, karena jasa bank juga fluktuatif,” ungkapnya.
Kendati demikian, Jasiran bersama manajemennya akan terus berusaha maksimal memperoleh laba sesuai yang ditargetkan. Melalui koordinasi dengan dokter spesialis yang tersebar di Kabupaten Kudus. Pun dengan dokter-dokter di RSUD dr. Loekmono Hadi.
Baca juga: Optimis Bisa Capai Target Laba untuk 2022, Ini Sumber Pendapatan Terbesar PD Percetakan Kudus
Jasiran menambahkan, laba PD Apotek bisa berasal dari penjualan obat-obatan yang tersedia di perusda itu. Dengan berkoordinasi dengan para dokter, obat-obatan bisa didapatkan dari PD Apotek Kudus.
“Kalau dengan RSUD, kami kerjasama dengan kepala ruangan. Tidak kepada manajemen rumah sakit. Kami tidak ada perjanjian khusus dengan RSUD. Hanya tanah saja kita ada perjanjian. Sebab, tanah (berdirinya PD Apotek) kita sewa dari RSUD. Ini tanah milik RSUD,” katanya.
Editor: Suwoko

