BETANEWS.ID, KUDUS – Hingga November 2021, nasabah Pegadaian Area Pati mengalami penambahan hingga 17 persen dibanding tahun sebelumnya, pada periode yang sama. Dalam kurun waktu tersebut, Pegadaian Area Pati mampu meraup omzet kurang lebih Rp 2,4 trilliun.
Kepala Departemen Pegadaian Area Pati Zen Supriono (51) mengatakan, hingga November 2021, omzet Pegadaian Area Pati dari delapan cabang konvensional kurang lebih sebesar Rp 2,3 trilliun. Sedangkan, omzet satu cabang Pegadaian Syariah kurang lebih sebesar Rp 141 miliar.

Baca juga : Nasabah Baru Pegadaian Area Pati Bertambah 46,9 Ribu pada Tahun 2021
“Jadi total omzet Pegadaian Area Pati secara keseluruhan per November tahun 2021 kurang lebih Rp 2,4 trilliun. Omzet tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, meskipun tidak signifikan,” ujar pria yang akrab disapa Zen kepada Betanews.id.
Zen mengungkapkan, omzet yang didapat tersebut belumlah memenuhi target pendapatan di tahun 2021. Menurutnya, target omzet Pegadaian Area Pati tahun 2021 kurang lebih sebesar Rp 2,6 trilliun. Sehingga masih ada defisit kurang lebih Rp 200 miliar.
“Omzet yang dibukukan saat ini belum capai target. Namun kami yakin, memanfaatkan waktu yang tersisa, kami bisa memenuhi target pada akhir tahun 2021. Bahkan target kami bisa tercapai 120 persen,” tandas Zen.
Keyakinannya tersebut kata Zen bukan tanpa alasan. Sebab Pegadaian selama ini memberikan banyak kemudahan kepada para nasabah. Di antaranya, proses pencarian dana cepat, yang hanya butuh waktu 15 menit dana langsung cair. Persyaratannya juga mudah, cukup bawa barang yang digadai dan kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu juga aman.
“Pegadaian sekarang juga ada Pegadaian Digital Service (PDS), yang menjadikan nasabah makin mudah bertransaksi, tanpa harus datang ke outlet. Dengan kemudahan dan sistem yang ada itulah, kami yakin target yang ditetapkan bisa tercapai pada akhir tahun 2021,” jelasnya.
Perlu diketahui, lanjutnya, Pegadaian Area Pati memiliki delapan cabang konvensional dan satu cabang syariah, yang terdiri 60 outlet yang tersebar di eks Karesidenan Pati dan Demak. Di antara daerah tersebut, penyumbang pendapatan terbanyak adalah Pegadaian Cabang Pati, dengan omzet kurang lebih Rp 500 miliar.
“Cabang Pati ini memang sering jadi penyumbang omzet terbesar. Tidak hanya omzet, jumlah nasabahnya juga paling banyak di antara cabang lain di Pegadaian Area Pati,” bebernya.
Baca juga : Hanya dengan Rp 56 Ribu Sudah Bisa Nabung Emas di Pegadaian, Ini Caranya
Sedangkan untuk produk kata Zen, yang paling diminati nasabah dan sebagai penyumbang omzet terbanyak adalah gadai. Bahkan 80 persen omzet yang didapat itu dari pendapatan produk gadai.
“Pendapatan masih didominasi dari produk gadai. Terutama gadai emas itu mencapai 90 persen dari total nasabah,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

